Filipina Tolak TNI Ikut Bebaskan Sandera Abu Sayyaf

1846
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Filipina tolak TNI ikut bebaskan WNI disandera Abu Sayyaf.

Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) yakin bahwa operasi pembebasan sandera asal Indonesia yang kini ditawan militan Abu Sayyaf, masih bisa mereka tangani sendiri.

Dengan begitu, tawaran bantuan militer Indonesia yang sekarang sudah menyiagakan armada tempur di Tarakan serta Bitung, ditolak secara halus, seperti dilansir inquirer.net.

“Berdasarkan konstitusi, negara kami tidak mengizinkan adanya pasukan asing tanpa perjanjian khusus,” kata juru bicara AFP, Brigadir Jenderal Restituto Padilla.

Pandangan serupa juga disuarakan oleh Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu. Sebagai dua bangsa bersahabat, Indonesia tak bisa begitu saja mencampuri yuridiksi Filipina dalam menangani kasus penculikan semacam ini.

“Kecuali mereka meminta bantuan, baru kita ikut masuk,” ujarnya.

Padilla mengakui pembicaraan serta koordinasi tingkat tinggi antara pemerintah Filipina dan Indonesiatentang metode serta strategi pembebasan sandera masih berlangsung.

Sejauh ini, pihaknya berupaya meyakinkan TNI bahwa AFP sendirian sudah mampu mengamankan para WNI yang disekap Abu Sayyaf, yang kemungkinan saat ini berada di sebuah pulau kosong dekat Kepulauan Sulu.

Seperti diberitakan sebelumnya, 10 anak buah kapal Tugboat Brama, akhir pekan lalu, diketahui disandera kelompok separatis Abu Sayyaf. Kelompok itu meminta tebusan 50 juta peso, setara sekitar Rp 15 miliar.

Kesepuluh sandera itu adalah

  1. Peter B Tonson (kapten),
  2. Julian Philip,
  3. Mahmud,
  4. Suriansyah,
  5. Surianto,
  6. Wawan Saputra,
  7. Bayu Oktavianto,
  8. Reynaldi,
  9. Alvian Elvis Peti, serta
  10. Wendi Raknadian.

Mengenai perkembangan pembebasan sandera yang sedang berjalan, Brigjen Padilla mengingatkan bahwa pihaknya menerima banyak laporan kurang valid soal dugaan lokasi ke-10 WNI itu.

“Kami menduga penculik sengaja menyebarkan isu-isu untuk menyesatkan intel kami,” ujarnya seperti dilansir the Manila Times, Kamis (31/03/2016).

Adapun TNI sendiri sudah menyiapkan 5 KRI yakni KRI surabaya, KRI Acak, KRI Mandau, KRI Macan dan KRI Ahmad Yani. Selain itu juga akan dibantu dengan 1 unit helikopter, 2 pesawat fix Wing, serta Kopaska.

Kota Tarakan di Kalimantan Utara, juga dipersiapkan untuk menjadi pusat komando lantaran posisinya yang strategis, seandainya Filipina mengizinkan mereka terlibat operasi pembebasan. (oby/peh)

Respon Anda?

komentar