Harga BBM Turun, Tarif Angkutan Umum Segera Turun

701
Pesona Indonesia
Sejumlah angkutan umum antri menunggu penumpang di terminal jalan Merdeka Tanjungpinang, Kamis (31/3). Seiring penurunan harga BBM, tarif angkutan umum ikut turun. Foto:Yusnadi/Batam Pos
Sejumlah angkutan umum antri menunggu penumpang di terminal jalan Merdeka Tanjungpinang, Kamis (31/3). Seiring penurunan harga BBM, tarif angkutan umum ikut turun. Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda) Tanjungpinang akan membahas penyesuaian tarif angkutan kota (angkot), menyusul turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar sebesar Rp 500, dimulai tanggal 1 April 2016.

“Penurunan tarif tentu harus dibahas oleh Dinas Perhubungan dan Organda,” ujar Sekretaris Kota (Seko) Tanjungpinang, Riono, Kamis (31/3).

Pernyataan tersebut diamini Penasehat Organda Tanjungpinang Elfi Edison. Ia mengatakan, penurunan tarif angkutan harus melihat seberapa besar penurunan harga BBM. Dalam pembahasan nanti akan melihat penurunan harga BBM, apakah cukup signifikan untuk disertai penurunan tarif.

“Saat ini di Kota Tanjungpinang, dan sesuai SK Wali KotaTanjungpinang. Untuk tarif ada batasannya atau range (rentang, red). Di dalam range itu, ada minimal harga BBM dari Rp 6.000 hingga Rp7.000 disertai tarifnya,” jelas Elfi.

Disambungnya, kebijakan pemerintah saat ini yang menurunkan harga BBM Rp 500 sesuai harga pasar. Belum mempengaruhi turunya tarif angkutan di Tanjungpinang.

Seorang sopir Angkot di Kota Tanjungpinang, Asrul, merasa keberatan jika tarif angkutan diturunkan. Alasannya, karena penurunan harga BBM hanya Rp 500 dan tidak dibarengi dengan turunya harga onderdil yang malah semakin mahal.

Kabid Perhubungan Darat Dishubkominfo Kota Tanjungpinang, Muhammad Yamin mengatakan, dengan penurunan BBM, diperkirakan tarif angkutan akan menurun sebanyak 11 persen. Itu berdasarkan dengan berita acara nomor 551/058/5.4.02/2015 Tentang Perhitungan tarif Angkutan Umum.

Dalam berita acara tersebut dinyatakan, jika range harga BBM diantara Rp 6.000 – 6.500, maka tarif angkutan umum dari 0 – KM 6 sebesar Rp 4.000, untuk KM 0 – Terminal Seicarang Rp 6.000, dan untuk KM 0 – KM 15 Rp 11.000. Sementara untuk tarif pelajar, padfa range yang telah disebutkan, dari KM 0 – KM 6 Rp 2500, dan dari KM 0-KM 15 Rp 6.000

Tapi, kepastian tersebut masih harus menunggu adanya putusan dari hasil rapat antara pihak terkait.

Ia juga menjelaskan apabila nantinya Harga BBM diatas harga Rp 6.500-7.600 maka harga tarif angkutan umum untuk KM0-KM6 sebesar Rp 4.500, untuk KM0-Terminal Seicarang tarif angkutan sebesar Rp 6500, untuk KM0-KM15 sebesar Rp 12.000. Sedangkan untuk pelajar, tarif angkutan umum KM0-KM6 sebesar Rp 3.000 dan dari KM0-KM 15 sebesar Rp 6.000. (lra/bpos)

Respon Anda?

komentar