Akibat Sanksi PBB dan AS, Korut Ingatkan Rakyatnya Bersiap Hadapi Paceklik

693
Pesona Indonesia
Kim Jong Un meninjau ladang gandum di salah satu wilayah di Korea Utara. Akibat sanksi ekonomi oleh PBB dan AS, kini Korut bersiap hadapi pacakelik. Foto: mirror.co.uk
Kim Jong Un meninjau ladang gandum di salah satu wilayah di Korea Utara. Akibat sanksi ekonomi oleh PBB dan AS, kini Korut bersiap hadapi pacakelik. Foto: mirror.co.uk

batampos.co.id – Demi ambisi nuklirnya, Kim Jong-un rela mengorbankan rakyatnya. Demikianl tanggapan media Barat atas artikel Rodong Sinmun Senin (28/3/2016). Surat kabar yang menjadi corong pemerintah itu mengimbau masyarakat Korea Utara (Korut) bersiap menyambut paceklik.

’’Kita mungkin akan menghadapi kelaparan dan kondisi perekonomian yang sulit. Tapi, jangan putus asa. Jalan menuju revolusi memang selalu tidak mudah. Panjang dan berliku,’’ tulis koran pemerintah tersebut pada halaman editorialnya.

Lebih lanjut, Rodong Sinmun menyatakan, revolusi yang sedang diperjuangkan Korut itu mungkin akan membuat rakyat mengalami lagi masa paceklik seperti pertengahan 1990-an.

’’Mungkin kita akan mengalami periode sulit yang mengharuskan kita mengunyah akar (umbi) tanaman seperti dulu lagi,’’ terang Rodong Sinmun.

Pada pertengahan 1990-an, Korut dilanda kelaparan hebat. Saat itu, sedikitnya 3 juta orang meninggal dunia. Ketika itu pun, seperti sekarang, Korut menjalani sanksi Dewan Keamanan (DK) PBB.

Sejak sebelum Rodong Sinmun meminta rakyat bersiap menghadapi kelaparan pun, nuansa paceklik menyelimuti Korut. Beberapa waktu lalu, Pyongyang mengimbau para penduduk menyumbangkan beras untuk negara. Tiap bulan, masing-masing individu diminta mengumpulkan sekitar 1 kilogram beras ke gudang milik pemerintah. Bulan lalu, Korut mengajukan bantuan pangan setengah juta ton.

Bila dibandingkan dengan sang ayah, Kim Jong-il, dan sang kakek, Kim Il-sung, ambisi nuklir Jong-un memang lebih tinggi. Awal Januari lalu, dia menginstruksikan uji coba nuklir keempat. Uji coba yang melibatkan ledakan di bawah tanah itu langsung memantik kecaman dari seluruh penjuru dunia. Dampaknya, DK PBB dan Amerika Serikat (AS) kembali menjatuhkan sanksi tegas terhadap Korut.

Tapi, sanksi tegas tersebut tidak membuat Jong-un gentar. Pascasanksi, dia malah mengujitembakkan sejumlah rudal balistik, baik yang berdaya jelajah pendek maupun sedang. Bahkan, kini dia mempersiapkan uji coba hulu ledak nuklir mini yang diklaim sebagai hasil produksi dalam negeri. Namun, klaim tokoh 33 tahun itu ditanggapi skeptis oleh para pakar senjata nuklir internasional.

Selain imbauan agar rakyat Korut siap menghadapi kelaparan dan krisis ekonomi, Rodong Sinmun mengingatkan tentang program 70 hari uji kesetiaan rakyat terhadap Jong-un. Itu berkaitan dengan persiapan Kongres Partai. Momentum politik paling penting dalam pemerintahan putra bungsu mendiang Kim Jong-il tersebut dihelat Mei mendatang.

Sebelumnya, kongres yang sama diselenggarakan sekitar 35 tahun lalu. Lewat kongres, pemimpin tertinggi Korut berhak mengubah sistem pemerintahan, komposisi pemerintahan, bahkan konstitusi. Karena itu, Jong-un pun menuntut rakyat membuktikan kesetiaan mereka kepada dirinya sebagai bentuk dukungan terhadap kesuksesan kongres. (time/AFP/jpgrup)

Respon Anda?

komentar