OTT KPK hanya Bekuk 3 Pemberi Suap, Ini Orangnya

742
Pesona Indonesia
Ekspose hasil operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. FOTO: Ricardo/jpnn.com
Ekspose hasil operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. FOTO: Ricardo/jpnn.com

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akhirnya membeberkan hasil operasi tangkap tangan (OTT) Kamis, (1/4/2016). Tiga orang penyuap berhasil ditangkap, namun oknum jaksa yang diduga akan menerima suap itu belum diungkap.

“Tiga orang yang diamankan itu diduga pemberi suap,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo, saat jumpa pers di markas KPK, Jumat (1/4/2016).

Mereka yang diringkus adalah Senior Manager PT Brantas Abipraya Dandung Pamularno, Direktur Keuangan PT Brantas Abipraya Sudi Wantoko, dan seorang swasta Marudut.

Agus mengatakan, tiga orang yang diamankan dalam OTT tersebut ditangkap di sebuah hotel di bilangan Cawang (Jakarta Timur) pukul 09.00.

Ia menjelaskan, suap berawal dari janjian pertemuan antara Dandung dan Marudut, Rabu (30/3/2016) malam di hotel tersebut. Kemudian, pada Kamis (31/3) pagi, terjadi penyerahan duit dari Dandung ke Marudut di toilet lantai satu hotel itu. Nah, saat hendak keluar dan menuju mobil masing-masing mereka dibekuk anggota KPK.

Dalam OTT itu, Agus menjelaskan, penyidik KPK mengamankan USD 148.835 yang terdiri dari beberapa pecahan.

“Pemberian ini diduga untuk menghentikan penyelidikan dan penyidikan perkara PT BA yang ditangani Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta,” ujar Agus didampingi Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan Saut Situmorang.

Ia menambahkan, ketiganya kini sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah melalui gelar perkara. “Surat perintah penyidikannya sudah ditandatangani sebelum 1 x 24 jam,” papar Agus.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan awal terhadap dua saksi. Yakni, sebut dia, Kepala Kejati DKI Jakarta Sudung Situmorang dan Asisten Pidana Khusus Kejati DKI Jakarta Tomo Sitepu.

“Semalam telah dilakukan pemeriksaan awal saksi dua orang yakni SS (Sudung Sitomarang) dan TS (Tomo Sitepu),” ujar Agus. Menurut dia, dua orang itu dipanggil penyidik setelah OTT dilakukan. “Pemeriksaannya selesai pukul 5.00 pagi,” kata Agus lagi.

Saat ditanya untuk siapa suap diberikan Agus tak menjawab rinci. Begitu juga saat ditanya siapa inisiator suap, Agus beralasan semuanya masih di dalami.

Yang jelas, para tersangka dijerat pasal 5 ayat 1 Undang-undang Pemberantasan Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP atau pasal 5 UU Tipikor juncto pasal 53 ayat 1 KUHP. (boy/jpnn)

Baca Juga:
> Ternyata KPK Lakukan 2 Operasi Tangkap Tangan, Kasusnya Berbeda
> Jaksa Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK

Respon Anda?

komentar