PBB Sumbang PAD Batam Rp 100 Miliar

1082
Pesona Indonesia
Ilustrasi pembayaran PBB di Kantor Pos. Foto: mediajurnal.com
Ilustrasi pembayaran PBB di Kantor Pos. Foto: mediajurnal.com

batampos.co.id – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Batam mengungkap kenaikan jumlah perolehan Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kota Batam selama kurun 2015 lalu. Tercatat, PBB-P2 Kota Batam mengalami kenaikan sebesar 3,76 persen atau membukukan angka sebesar Rp 100,65 miliar dari target awal Rp 97 miliar.

“Artinya, PBB-P2 telah berhasil menyumbang kenaikan Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batam,” ujar Kepala Dispenda Kota Batam, Jefridin di acara Bulan Panutan PBB-P2 dan Penyampaian SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2015 bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batam, Hotel Planet Holiday Batam, Kamis (31/3/2016).

Menurut Jefridin, peningkatan penerimaan yang cukup besar tidak terlepas dari peran serta wajib pajak yang taat dalam melakukan pembayaran pajaknya. Dispenda, lanjut Jefridin akan terus melakukan langkah-langkah strategis dengan menyempurnakan data PBB-P2 yang sudah ada dengan melakukan pemeliharaan basis data SISMIOP.

“Sehingga akurasi data dapat terjaga, yang pada akhirnya memberikan kemudahan dalam pemungutan PBB-P2 ke depannya,” terangnya.

Sedangkan untuk tahun ini, PBB-P2 memasuki tahun ke-4 sejak peralihan dari pusat menjadi pajak daerah. Pemko Batam menargetkan penerimaan PBB-P2 sebesar Rp 105.706.468.401. Target itu, sambung dia, butuh kesadaran dan ketaatan wajib pajak untuk membayar sebelum tanggal jatuh tempo pada 31 Agustus nanti. Adapun, beberapa bank yang telah bekerjasama untuk menerima pembayaran PBB-P2 Kota Batam yakni Bank Riau Kepri, BRI dan BTN.

“Dengan membayar pajak, maka kita bersama-sama membangun Batam,” kata Jefridin.

Sementara itu, Walikota Batam, Muhammad Rudi menyampaikan pembangunan di Kota Batam akan terus dilakukan dan ditingkatkan, terutama pembangunan bidang infrastruktur yang akan menunjang laju ekonomi di Kota Batam. Karena itu, Rudi mengingatkan peran serta masyarakat sebagai wajib pajak untuk membayar pajak yang akan digunakan sebagai biaya pembangunan.

“Kita akan benahi dan kita ciptakan kota metropolitan Batam yang tertib, nyaman, sejahtera dan berdaya saing,” ujar Wali Kota.

Rudi juga mengungkap rencananya untuk menaikkan PAD Kota Batam naik jadi Rp 4 Triliun selama lima tahun menjabat. Namun, itu perlu kerja keras dan dukungan masyarakat, termasuk dalam hal membayar pajak tepat waktu.

“Potensi yang ada harus digali dan yang ada harus dijaga”, kata Rudi.

Lebih lanjut, rudi juga mengatakan pada tahun 2017 sistem keuangan daerah akan transparan dan semuanya menggunakan sistem online. Diharapkan, apabila sudah online akan meminimalisir potensi yang lepas dari sektor pajak. Bahkan, untuk PBB-P2 diharapkan dapat menyumbang Rp 300 miliar bagi PAD Batam.

“Tidak ada face to face (berhadapan langsung) lagi dalam membayar pajak untuk menhilangkan potensi kecurangan, semua tersistem dan pembayaran) langsung melalui bank”, tegas Rudi.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan SPPT PBB-P2 tahun 2016 secara simbolis kepada perwakilan lurah dan pembayaran PBB-P2 tahun 2016 oleh Wali Kota Batam beserta FKPD serta penyampaian SPT Tahunan PPh tahun pajak 2015. (rna/bp)

Respon Anda?

komentar