Pelabuhan Berhala Dirancang Bisa Disandari Kapal Perintis

493
Pesona Indonesia
Wakil Gubernur Kepri, Nurdin Basirun saat peletakan batu pertama pembangunan Pelabuhan Berhala, Lingga. foto:humas pemprov
Wakil Gubernur Kepri, Nurdin Basirun saat peletakan batu pertama pembangunan Pelabuhan Berhala, Lingga. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Pembangunan Pelabuhan Pulau Berhala, Lingga adalah salah satu program prioritas yang disusun Gubernur Kepri, Muhammad Sani dan Wakil Gubernur Kepri, Nurdin Basirun lewat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri 2016-2021. Peletakan batu pertam dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Kepri, Nurdin bersama Bupati Lingga, Alias Wello.

“Kalau sudah diletakan batu pertama, pembangunannya jangan sampai tidak jadi. Karena ini menyangkut kesejahteraan masyarakat,” ujar Nurdin Basirun.

Melihat lokasi rencana pembangunan tersebut, Nurdin punya keyakinan kalau Pulau Berhala kedepan akan berkembang lebih baik lagi. Karena bisa diplot sebagai destinasi wisata uggulan di Kabupaten Lingga. Apalagi dekat lokasi pelabuhan ada bukit berbatu yang bisa dibangun resort.

“Mudah-mudahan pembangunan bisa kita mulai tahun ini. Karena semua berdasarkan anggaran dan peraturan. Apalagi pembangunan ini adalah skala prioritas untuk kesejahteraan masyarakat,” jelas Nurdin.

Sementara itu, Kepala Bidang Perhubungan Laut (Kadishub) Kepri, Aziz Kasim Djou yang ikut mendampingi Nurdin mengatakan Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Berhala, Lingga sudah selesai dilakukan tahun 2015 lalu. Berdasarkan perhitungan kebutuhan anggaran sebesar Rp20 miliar. Rencananya akan mulai dilaksanakan lewat APBD Perubahan nanti, jika kemampuan keuangan daerah memadai.

Menurut Aziz, pelabuhan tersebut dirancang sedemikian rupa supaya kapal perintis bisa bersandar. Sehingga pelabuhan tersebut sedikit menjorok ke laut. Disebutkannya juga, panjang trestle pelabuhan Pulau Berharhal sekitar 145 meter. Selain itu panjang pelabuhan 70 meter dan lebarnya enam meter.

“Kapal perintis sekelas Sabuk Nusantara bisa bersandar. Memang lokasi kita pindahkan dari dermaga lama, mengingat kedalaman laut yang jadi penentu operasional pelabuhan,” jelas Aziz Kasim Djou.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar