Uang USD 148.835 Disita KPK Saat OTT di Toilet Hotel

871
Pesona Indonesia
 Penyidik KPK memperlihatkan uang yang menjadi barang bukti kasus penanganan perkara korupsi PT Brantas Abipraya, Jumat (1/4/2016). Foto: Ricardo/JPNN.Com

Penyidik KPK memperlihatkan uang yang menjadi barang bukti kasus penanganan perkara korupsi PT Brantas Abipraya, Jumat (1/4/2016). Foto: Ricardo/JPNN.Com

batampos.co.id -Toilet identik dengan tempat yang kotor, tempat buang hajat, baik air kecil maupun besar.

Namun bagi pelaku suap maupun penerima suap, toilet justeru jadi tempat favorie untuk bertransaksi. Sambil buang air kecil, tukaran tas atau kantong berisi uang suap, lalu kabur tanpa diketahui orang lain.

Nah, modus itulah yang digunakan oleh Senior Manager PT Brantas Abipraya Dandung Pamularno, Direktur Keuangan PT Brantas Abipraya Sudi Wantoko, dan seorang swasta Marudut.

Tim KPK menangkap mereka dalam operasi tangkap tangan (OTT) Kamis (31/3/2016) di salah satu hotel di bilangan Cawang, Jakarta Timur. KPK berhasil mengamankan barang bukti uang USD 148.835.

Dandung dan Marudut diamankan usai melakukan serah terima dollar di toilet pria yang berada di lantai satu hotel.

“Penyerahan oleh DPA (Dandung) ke MRD (Marudut) di toilet pria lantai satu hotel. Setelah penyerahan, masing-masing kembali ke mobil,” ujar Agus.

Duit itu disiapkan untuk menghentikan penyidikan perkara korupsi PT BA yang tengah disidik Kejati DKI Jakarta. Namun, belum bisa dikonfirmasi untuk siapa duit suap itu diberikan.

“Pemberian diduga untuk hentikan penyelidikan tindak pidana korupsi pada PT BA di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di kantor KPK, Jumat (1/4/2016).

Meski demikian, Agus tak merinci pada siapa tujuan pemberian uangnya. Yang pasti, dalam pengembangan awal, KPK sudah memeriksa Kajati DKI Jakarta Sudung Situmorang dan Aspidsus Kejati DKI Jakarta Tomo Sitepu.

Namun, detail hasil pemeriksaan keduanya hingga pukul 5.00 pagi, itu belum dijelaskan KPK. Termasuk apa peran Sudung dan Tomo dalam perkara suap ini, masih didalami. Namun, Agus tak menampik bahwa keduanya masih berkaitan dengan kasus ini.

“Kami apresiasi kejaksaan karena ini berhasil dilakukan Kejaksaan Agung dan KPK. Bisa saja  membuka pandora yang lebih luas,” ungkap Agus.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menambahkan, dalam kasus ini Marudut berperan sebagai perantara. Namun, untuk siapa Marudut “bekerja” juga tidak dijelaskan.

“Untuk sementara tersangka adalah tiga orang itu. MRD ini adalah perantara,” kata Laode di kesempatan itu.

Jamintel Kejagung Adi Toegarisman mengatakan, pihaknya siap berkoordinasi dengan KPK. “Karena ditangani KPK maka kami akan mengikuti segala sesuatu yang ditangani KPK,” jelas Adi yang ikut hadir jumpa pers bersama Sesjamwas Kejagung Jasman Pandjaitan.

Adi dan Jasman kemarin (31/3/2016) sore juga mendadak mendatangi KPK setelah sebelumnya beredar informasi yang ditangkap penyidik adalah oknum jaksa. Mereka beralasan untuk berkoordinasi dengan KPK terkait OTT.  (boy/jpnn)

Baca Juga:
> KPK Bakal Geledah Kantor Mantan Kajati Kepri
> 3 Pemberi Suap Terjaring OTT Jadi Tersangka, KPK Periksa Mantan Kajati Kepri
> OTT KPK hanya Bekuk 3 Pemberi Suap, Ini Orangnya
> Ternyata KPK Lakukan 2 Operasi Tangkap Tangan, Kasusnya Berbeda
> Jaksa Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK

Respon Anda?

komentar