5 Bulan Karyawan Perusda Natuna Belum Gajian

659
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Direktur Keuangan Perusahaan Daerah (Perusda) Natuna, Amdad, mengaku akibat kondisi perusahaan yang tidak sehat, seluruh direktur dan karyawan Perusda belum menerima gaji sejak November hingga sekarang.

”Sudah lima bulan kami tak gajian,” ungkap Amdad di Kantor Perusda Natuna, Jumat (1/4).

Dikatakan Amdad, bangkrutnya Perusda karena utang subsidi listrik desa 2015 yang tersendat pembayarannya oleh Pemkab Natuna. Sedangkan untuk membayar gaji tersebut sumbernya dari subsidi tersebut. ”Kalau begini, bagaimana kami mau nerusin listrik tetap hidup di desa-desa,” ujar Amdad.

Kondisi keuangan Perusda ini terungkap setelah forum Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Natuna mendesak Perusda lebih transparan dalam mengelola listrik di desa-desa.

Kades Batu Berian, Kecamatan Serasan, Muhaman Almin, mengaku anggaran subsidi listrik yang bersumber dari APBD natuna 2015 untuk 15 desa di wilayah Kecamatan Serasan saja sebesar Rp 17 miliar. Anggaran sebesar itu kata Muhaman, tidak diimbangi dengan pelayanan listrik yang bagus ke masyarakat.

Setiap akhir tahun, kata Muhaman, Perusda selalu melakukan pemadaman listrik di desa-desa, dengan alasan bahan bakar minyak (BBM) habis. Padahal sambungnya, ia bersama warga pernah mendapati 2 ton solar yang disimpan di gudang milik perusda di desanya.

”Tahun 2014 waktu listrik mati kami pernah menemukan solar 2 ton di gudangnya. Padahal mereka (Perusda, red) bilang, listrik mati karena bbm habis. Padahal masih banyak,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi, Pemkab Natuna, Benny Suparta, mengatakan utang subsidi listrik 2015 yang belum dibayarkan Pemkab Natuna ke Perusda sekitar Rp 15 miliar. Sementara anggaran yang tersedia hanya Rp 14 miliar.

”Memang benar, tahun lalu kami masih utang ke Perusda Rp 15 miliar. Tapi anggarannya sekarang hanya ada Rp 14 miliar,” pungkasnya.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar