Dalami Suap Sanusi, KPK Geledah Gedung DPRD DKI Jakarta

760
Pesona Indonesia
Penyidik KPK menggeledah sejumlah ruangan di DPRD DKI Jakarta. Foto: jpnn
Penyidik KPK menggeledah sejumlah ruangan di DPRD DKI Jakarta. Foto: jpnn

batampos.co.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat mendalami kasus suap yang melibatkan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M. Sanusi.

Tim KPK mendatangi Gedung DPRD DKI, Jakarta, Jumat (1/4/2016) sekitar 20.40 WIB.

Sesampainya di Gedung DPRD, belasan penyidik lembaga antikorupsi itu langsung menyebar ke sejumlah ruangan yang disegel.

“Nanti ya, ini kami baru mulai,” kata salah satu penyidik KPK, Novel Baswedan di Gedung DPRD DKI.

Penggeledahan dilakukan di ruang pemantau CCTV di lantai satu DPRD DKI, ruang Ketua Komisi D DPRD DKI Mohamad Sanusi di lantai satu, ruang bagian perundang-undangan di lantai lima, ruang kerja Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik di lantai sembilan, ruang Fraksi Gerindra di lantai dua, dan ruang kerja Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi di lantai sepuluh.

Namun, awak media tidak bisa mendekat ke ruangan Taufik. Pasalnya, pintu kaca menuju ruangan dikunci.

Selain itu, ada polisi yang melakukan penjagaan. Mereka tampak membawa senjata laras panjang.

Penggeledahan baru selesai pada pukul 03.40 WIB, Sabtu (2/4/2016) dini hari.

Penggeledahan yang dilakukan terkait kasus dugaan suap pembahasan Raperda tentang Rencana Zonasi dan Pulau-Pulau Kecil dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta itu berlangsung sekitar tujuh jam.

Usai melakukan penggeledahan, penyidik KPK tampak memboyong dua buah kardus berukuran kecil. Salah satu penyidik KPK, Novel Baswedan mengungkapkan barang-barang yang disita saat menggeledah beberapa ruangan di Gedung DPRD DKI.

“Penggeledahan untuk hari ini selesai. Ada catatan, dokumen, file,” kata ‎Novel sesaat sebelum meninggalkan Gedung DPRD DKI, Jakarta.

Meski demikian, Novel tidak menjelaskan lebih lanjut soal penggeledahan tersebut. “Apa yang mau ditanyakan silakan hubungi humas KPK,” ucapnya.

Sekretaris DPRD DKI Muhammad Yuliadi ‎ikut mendampingi pada saat penyidik KPK melakukan penggeledahan. Ia mengatakan, penyidik membawa berkas dari lokasi-lokasi yang digeledah.

“Di ruang ketua itu mengambil file-file milik ketua,” ‎ucap Yuliadi.

Menurut Yuliadi, penyidik KPK paling banyak membawa berkas dari ruang bagian perundang-undangan. Di sana mereka menyita berkas terkait dengan pengusulan dan pengajuan raperda.

“Di sana (bagian perundang-undangan) lama karena mereka merekap semua dari semua ruangan. Dibuat berita acara,” ungkap Yuliadi.

Dalam kasus dugaan suap pembahasan Raperda tentang Rencana Zonasi dan Pulau-Pulau Kecil dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta, KPK menetapkan tiga tersangka.

Selain Sanusi, dua tersangka lainnya adalah Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja, dan karyawan PT APL Trinanda Prihantoro. (gil/jpnn)

Baca Juga:
> Politisi Gerindra Sanusi Resmi Tersangka dan Langsung Ditahan KPK
> Uang USD 148.835 Disita KPK Saat OTT di Toilet Hotel
> KPK Bakal Geledah Kantor Mantan Kajati Kepri
> 3 Pemberi Suap Terjaring OTT Jadi Tersangka, KPK Periksa Mantan Kajati Kepri
> OTT KPK hanya Bekuk 3 Pemberi Suap, Ini Orangnya
> Ternyata KPK Lakukan 2 Operasi Tangkap Tangan, Kasusnya Berbeda
> Jaksa Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK

Respon Anda?

komentar