Dinas Pendidikan Anambas Gunakan Absen Elektrik, Telat Masuk Dianggap Tidak Ngantor

565
Pesona Indonesia
Absensi dengan fingerprint. foto:net
Absensi dengan fingerprint. foto:net

batampos.co.id – Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Anambas, telah memberlakukan absen elektrik yakni dengan menggunakan sidik jari atau finger print bagi pegawainya. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kedisplinan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kemenag Anambas.

Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Anambas Herianto, mengaku, sejak menggunakan absensi finger print tingkat kedisiplinan dan kinerja PNS maupun pegawai tidak tetap atau honorer semakin membaik. ”Sejak pakai finger print tingkat disiplinnya semakin baik. Selain di Dinas Pendidikan, absensi model begini juga berlaku di Kemenag,” ungkap Herianto di Kantor Dinas Pendidikan Anambas, Jumat (1/4).

Sanksi bagi pegawai, kata Herianto, jika terlambat masuk kerja maka akan ada tindakan yang sudah ditentukan meski ada toleransi keterlambatan. Jika datangnya melebihi toleransi yang ditentukan, maka meski pegawai absen dengan sidik jari, tidak ada gunanya karena tidak akan terekam.

”Melalui sistem sidik jari ini, mesin akan mengindentifikasi pola sidik jari yang sebelumnya sudah tersimpan dalam chip mesin,” ungkapnya.

Diakui Herianto, belum semua dinas di lingkungan Pemkab Anambas sudah menggunakan absensi finger print.
”Yang lain masih absen manual,” pungkasnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar