Dishub Kepri Pelajari Penurunan Tarif Transportasi Darat dan Laut

628
Pesona Indonesia
Dinas perhubungan akan membahas penurunan tarif angkutan darat maupun laut pekan depan setelah penurunan harga BBM. foto:istimewa
Dinas perhubungan akan membahas penurunan tarif angkutan darat maupun laut pekan depan setelah penurunan harga BBM. foto:istimewa

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri tengah mempelajari penurunan tarif angkutan laut dan darat, pasca pemerintah pusat menurunkan tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp 500. Apabila tidak ada halangan, akan menggelar rapat bersama pihak operator pada Selasa (5/4) mendatang.

“Kita memang sudah menerima Surat Edaran (SE) dari Kementerian Perhubungan, pasca turunnya harga BBM jenis solar dan premium. Saat ini, kami tengah mengkaji tahapan penurunan tarif transportasi,” ujar Kepala Bidang Perhubungan Laut, Aziz Kasim Djou, Jumat (1/4) di Tanjungpinang.

Disebutkannya, berdasarkan surat ederan tersebut, adapun secara umum besaran penurunan tarif adalah sebesar 3 persen dari harga yang sudah ditetapkan sebelumnya. Menyikapi hal itu, kata Aziz, pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan rapat kepada pihak operator dan pihak-pihak terkait.

“Karena harus ada penyesuaian tarif baru, maka kita akan menggelar rapat lagi pihak-pihak terkait. Meskipun sudah ada SE, tetapi tidak serta merta kita turunkan harga,” jelas Aziz.

Ditambahkannya, terkait rencana pembahasan tarif baru ini, pihaknya akan menyampaikan laporan kepada Gubernur Kepri, Muhammad Sani. Tentu dalam hal ini, Kepala Daerah juga akan memberikan masukan-masukan, terkait langkah kebijakan seperti apa yang akan diambil.

“Surat untuk operator dan pihak-pihak terkait sudah kita layangkan hari ini (kemarin,red). Dan segera dilaporkan kepada Bapak Gubernur,” tutup Aziz.

Seperti diketahui, setiap kali pembahasan penurunan tarif transportasi, tarif yang selalu diperdebatkan penurunannya adalah tujuan Tanjungpinang-Telaga Punggur, Batam. Pemerintah sudah menerapkan tarif yang berbeda, antara Baruna dan Marina yang dibedakan, dari pelayanan dan kualitas kapal.

Pemerintah hanya menurunkan harga premium dan solar sebesar Rp 500 per liter. Harga premium di Jawa, Madura, Bali (Jamali) yang sebelumnya Rp 7.050 per liter akan turun menjadi Rp 6.550 per liter. Adapun premium di luar Jamali turun dari Rp 6.950 per liter menjadi Rp 6.450 per liter. Sedangkan solar untuk seluruh wilayah Indonesia turun dari Rp 5.650 per liter menjadi Rp 5.150 per liter. Harga ini berlaku mulai 1 April 2016.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar