Dua Pemilik Tambang Pasir Ilegal Ditahan Polisi

919
Pesona Indonesia
Anggota tim gabungan berusaha menarik alat penyedot pasir di kawasan pertambangan, Jalang Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, Selasa (29/3). Pemilik tambang akhirnya ditangkap. foto:harry/batampos
Anggota tim gabungan berusaha menarik alat penyedot pasir di kawasan pertambangan, Jalang Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, Selasa (29/3). Pemilik tambang akhirnya ditangkap. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Polres Bintan akhirnya menahan dua pemilik tambang pasir ilegal (illegal mining) dari lima titik lokasi yang dirazia tim gabungan dari Polres Bintan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polisi Militer (PM) beberapa waktu lalu. Sedangkan tiga pemilik tambang lain berinisial TN, BN, dan JA tak ditahan.

”Setahu saya hanya dua dari lima pemilik tambang yang ditahan. Tapi itu bukan kewenangan kami, karena kami hanya diundang untuk ikut serta melaksanakan razia illegal mining,” ujar salah satu anggota Satpol PP Bintan, berinisial AG, Jumat (1/4).

Menurutnya, Selasa (29/3), sebelum kegiatan dimulai, seluruh tim gabungan dikumpulkan di halaman Mapolsek Gunung Kijang untuk diberikan pengarahan. Dalam razia di Kawasan Galang Batang didapati lima titik pertambangan yang berada di dua lokasi. ”Saat razia, penambang dan supir lori berlarian menyelamatkan diri,” katanya.

Dari kesaksian tujuh pekerja tambang, Satreskrim Polres Bintan langsung menciduk dua pelaku yang diduga sebagai pemilik tambang yakni Salomo Purba, 38, dan Benri Lodikson Pasaribu, 35. ”Hanya dua orang yang kita amankan. Mereka adalah pemilik tambang pasir ilegal karena terbukti tak mengantongi izin,” aku Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Arya Tesa Brahmana.

Ini merupakan komitmen Polres Bintan dalam memberantas setiap aktifitas illegal mining.(ary/bpos)

Respon Anda?

komentar