Dugaan Korupsi Eskalasi GOR Badang Perkasa Dibawa ke BPKP

550
Pesona Indonesia
GOR Badang Perkasa. foto:net
GOR Badang Perkasa. foto:net

batampos.co.id – Kasus dugaan korupsi dana eskalasi pembangunan gedung olahraga (GOR) tertutup di Badang Perkasa sebesar Rp1,7 miliar di Dinas Pekerjaan umum (DPU) Kabupaten Karimun pada 2008 lalu yang sedang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungbalai Karimun belum ditingkatkan ke tahap penyidikan, karena masih harus dilakukan penyelidikan yang lebih mendalam.

”Saat ini kita baru selesai memanggil saksi-saksi yang terkait dalam dugaan korupsi dana eskalasi sekitar Rp1,7 miliar untuk pembangunan GOR di Badang Perkasa. Terakhir, dua hari lalu kita baru selesai melakukan pemeriksaan terhadap satu orang tim yang termasuk dalam kepanitiaan pembangunan GOR tersebut yang berasal dari DPU,” ujar kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tanjungbalai Karimun, Rizki Rahmatullah, Jumat (1/4).

Dengan hasil pemeriksaan pada dua hari lalu tersebut, kata Rizki, maka sampai saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan, belum ditingkatkan ke penyidikan. Karena, dari hasil penyelidikan yang dilakukan mengharuskan dilakukan gelar perkara ke Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Tujuannya, untuk memastikan apakah ada kerugian sesuai dengan laporan yang diterima.

”Kita sudah menyiapkan berkas dan dua minggu ke depan akan kita surati ke BPKP untuk bersama-sama dalam menggelar hasil penyelidikan kita. Tujuannya, biar hasil penyelidikan yang kita lakukan benar-benar mencukupi unsur untuk ditingkatkan ke penyidikan. Dan, pemeriksaan yang kita lakukan belum sampai kepada Kadis PU, Abu bakar, mengingat dalam kegiatan pembangunan GOR ada timnya dan ketua timnya sudah meninggal dunia. Sehingga, pemeriksaan hanya yang nama-nama ada di dalam tim,” jelasnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar