Kepri Krisis Profesor Muslim, Jadi Kendala Penegerian STAI

1009
Pesona Indonesia
Gedung kampus STAI STAR Tanjungpinang. foto: net
Gedung kampus STAI STAR Tanjungpinang. foto: net

batampos.co.id – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sultan Abdurahman (SAR) Bintan, Razali Jaya mengatakan Provinsi Kepri sedang krisis profesor di bidang agama Islam. Meskipun ada anak daerah yang bergelar profesor, tetapi lebih memilih untuk berkarya di luar Kepri.

“Memang kenyataanya, Pemprov Kepri saat ini sedang mengalami krisis profesor dibidang agama Islam,” ujar Razali Jaya, Jumat (1/4) di Tanjungpinang.

Mantan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Kepri tersebut juga mengatakan, belum lama ini Kementerian Agama (Kemenag) sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk penegrian STAI SAR. Terkait perkembangan tersebut, sudah disampaikan kepada Gubernur Kepri, Muhammad Sani.

“Selanjutnya akan disampaikan kepada Kementrian Aparatur Sipil Negara (Menpan RB). Kemudian Menpan akan melakukan pembicaraan dengan Kementerian terkait,” jelas Razali Jaya.

Pria yang pernah menjadi staf khusus Gubernur Kepri, Muhammad Sani tersebut berharap proses penegrian STAI SAR rampung pada tahun ini. Diakuinya ada kendala baru yang akan dihadapi adalah terbatasnya kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki Pemprov Kepri. Apalagi Rektor harus seorang profesor agama Islam.

“Mudah-mudahan, kita bisa membawa anak-anak daerah yang berkarya diluar Kepri, pulang ke Kepri,” harapnya.

Menurut Razali, apabila STAI SAR sudah bersatus negeri, itu akan menjadi aset yang sangat berharga bagi Pemprov Kepri. Hanya saja, untuk posisi pimpinan tentunya adalah harus seorang profesor yang merupakan lulusan S3.

Dikatakannya juga, dalam beberapa waktu kedepan tim Menpan RB akan turun ke daerah untuk melakukan peninjauan secara langsung. Terkait hal itu, pihaknya berencana membentuk panitia daerah.

“Gol yang kita harapkan adalah unggulnya SDM masyarakat Kepri. Khususnya dibidang agama islam,” tutupnya.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar