KPK Bidik Nama Lain di Kasus Suap Ranperda Zonasi dan Tata Ruang DKI

939
Pesona Indonesia
M. Sanusi, Ketua Komisi D DPRD DKI saat digiring ke mobil tahanan KPK, Sabtu (2/4/2016) dinihari. Foto: jpnn
M. Sanusi, Ketua Komisi D DPRD DKI saat digiring ke mobil tahanan KPK, Sabtu (2/4/2016) dinihari. Foto: jpnn

batampos.co.id -Setelah menetapkan tiga tersangka dan menahan tiga orang dalam kasus dugaan suap pembahasan Raperda tentang Rencana Zonasi dan Pulau-Pulau Kecil, dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta, KPK masih membidik sejumlah nama yang diduga terkait suap tersebut.

“Iya, kita masih dalami dugaan keterlibatan sejumlah pihak lainnya,” ujar Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo.

Menurutnya, tidak sulit menemukan pihak-pihak lain yang diduga terlubat. “Mudah-mudahan dari perkembangan yang kami lakukan bisa koneksi dengan pihak lain,” kata Agus di Gedung KPK, Jumat (1/4/2016).

Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarief berjanji akan membeberkan hasil pengembangan kasus suap lebih lengkap setelah pengembangan selesai.

“Karena ini adalah OTT sedang dikembangkan, nanti kami akan dapat informasi yang lebih lengkap,” ujar Laode.

KPK telah menetapkan tersangka Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohammad Sanusi dan dua tersangka lainnya, yakni Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja, dan karyawan PT APL Trinanda Prihantoro.

Saat OTT, hanya Sanusi dan Trinanda yang terjaring. Sementara Ariesman menyusul menyerahkan diri ke KPK.  (ysa/rmo/adk/jpnn/nur)

Baca Juga:
> Dalami Suap Sanusi, KPK Geledah Gedung DPRD DKI Jakarta
> Politisi Gerindra Sanusi Resmi Tersangka dan Langsung Ditahan KPK
> Uang USD 148.835 Disita KPK Saat OTT di Toilet Hotel
> KPK Bakal Geledah Kantor Mantan Kajati Kepri
> 3 Pemberi Suap Terjaring OTT Jadi Tersangka, KPK Periksa Mantan Kajati Kepri
> OTT KPK hanya Bekuk 3 Pemberi Suap, Ini Orangnya
> Ternyata KPK Lakukan 2 Operasi Tangkap Tangan, Kasusnya Berbeda
> Jaksa Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK

Respon Anda?

komentar