Pelabuhan Kargo Layak Dipindahkan ke Pelabuhan Parit Rampak

1578
Pesona Indonesia
Plt Dirjen Hubla Umar Aris (tengah) saat meninjau Pelabuhan Parit Rempak. foto:istimewa
Plt Dirjen Hubla Umar Aris (tengah) saat meninjau Pelabuhan Parit Rempak. foto:istimewa

batampos.co.id – Plt Dirjen Hubla Umar Aris menegaskan, pelabuhan bongkar muat (kargo) yang berada di Taman Bunga Tanjungbalai Karimun, sudah selayaknya dipindahkan ke Pelabuhan Parit Rempak, Kecamatan Meral. Apalagi pelabuhan tersebut sudah berdiri sejak Karimun berstatus kecamatan. Sehingga dinilai sudah tidak layak lagi berada di tengah kota seiring kemajuan pembangunan.

“Memang sudah selayaknya di pindahkan ke sini (Parit Rempak, red). Selain sudah tidak representatif berada di tengah kota, juga lokasinya kecil, dan berdebu,” tegas Umar Aris saat meninjau Pelabuhan Roro Parit Rempak, Kecamatan Meral, Rabu (30/3) lalu.

Meski begitu, Umar meminta Bupati Karimun Aunur Rafiq segera membenahi Pelabuhan Parit Rempak yang kini hanya mampu menampung kapal bertonase 600 GT. Sedangkan untuk melayani kapal berkapasitas tonase di atas 1.000 GT, belum mampu.

“Jadi, sebelum memindahkan pelabuhan bongkar muat Pelabuhan Taman Bunga, sebaiknya dibenahi terlebih dahulu Pelabuhan Parit Rempat ini,” saran Umar.

Oleh karenanya, Umar Aris berjanji akan membicarakan persoalan ini bersama Direksi PT Pelindo I. Soalnya, pelabuhan bongkar muat Taman Bunga saat ini dikelola PT Pelindo, sedangkan pelabuhan roro Parit Rempak yang masuk dalam kawasan perdagangan bebas dikelola Badan Usaha Kepelabuhanan (BUP) milik Pemerintah Kabupaten Karimun.

“Jadi, nanti kita bicarakan bagaimana teknisnya. Apalagi tadi juga sudah disampaikan oleh wakil Pelindo di sini seperti apa teknisnya. Target tahun ini, bisa bulan depan, bisa minggu depan. Mohon sabar,” kata Umar Aris.

Kehadiran Umar Aris meninjau Pelabuhan Roro Parit Rempat, seiring permintaan Bupati Karimun Aunur Rafiq. Kepada Umar Aris saat melakukan peletakan lunas kapal kelas I kenavigasian milik Dirjen Hubla di PT MOS, Aunur Rafiq meminta bantuan agar bisa mengucurkan anggaran agar dapat dibangun pelabuhan bongkar muat yang representatif. Jadi, Pelabuhan Parit Rempak nantinya tidak lagi hanya mampu melayani kapal bertonase 600 GT, tetapi nantinya bisa melayani kapal berbobot 1.000 GT ke atas.

“Pelabuhan bongkar muat di Taman Bunga sudah ada sejak Karimun berstatus kecamatan. Sampai usia kabupaten menapaki angka 17 tahun, pelabuhan tersebut masih dipergunakan. Kami berharap Kemenhub membantu masalah anggaran, sekitar Rp 40 miliar,” kata Aunur Rafiq. (enl/bpos)

Respon Anda?

komentar