Rakornas SMK Pariwisata Diadakan di Batam

1281
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Kementrian Pariwisata menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata se-Indonesia di Hotel Harmoni One Center Batam, Provinsi Kepulauan Riau, 30 Maret 206 hingga 1 April 2016.

Rakornas kali ini mengangkat tema Peningkatan Kualitas dan Daya Saing lulusan SMK Pariwisata di era Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan (Deputi BPKK) Kemenpar, Ahman Sya mengatakan inti dari rakornas ini membahas komitmen para stakeholder khususnya lembaga pendidikan, dalam mencetak SDM pariwisata berkualitas agar mampu bersaing di pasar kerja era pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN.

“Intinya menyamakan persepsi, menyatukan agenda dan menyelaraskan program. Makanya seluruh SMK sekitar 400 peserta dari perwakilan SMK Pariwisata seluruh Indonesia kami kumpulkan di sini,” tegas Ahman.

Kemenpar berkomitmen meningkatkan kualitas dan daya saing SDM pariwisata yang tahun ini diwujudkan dalam program kegiatan antara lain seperti memfasilitasi kegiatan sertifikasi bagi 35 ribu tenaga kerja sektor pariwisata.

“Angka ini mengalami kenaikan 100 persen dari target tahun 2015 yang lalu sebanyak 17.500 tenaga kerja,” kata Ahman Sya.

Selain itu, Kemenpar akan memfasilitasi pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi bidang pariwisata di 34 provinsi serta pelatihan dasar pariwisata untuk 17.600 orang di seluruh Indonesia. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan.

Tahun ini, Kemenpar mentargetkan kedatangan 12 juta wisatawan mancanegara dan 260 juta pergerakan wisatawan nusantara di Tanah Air.

“Pelatihan dasar pariwisata antara lain berupa pemberian pemahaman dan pelatihan penerapan Sapta Pesona yakni meliputi keamanan, ketertiban, kebersihan, kenyamanan, keindahan, keramahtamahan, dan kenangan SDM untuk menciptakan pelayanan prima bagi wisatawan,” paparnya.

Menurut Ahman, pada tahun 2015 daya saing SDM pariwisata Indonesia di tingkat ASEAN masih berada diranking lima di bawah Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina, sedangkan di tingkat dunia berada dirangking 53 dari 141 negara atau jauh tertinggal dari Singapura diranking tiga dan Filipina diranking 42 dunia.

Agar dapat berada di posisi terbaik, Kemenpar akan meningkatkan daya saing, sejumlah kelemahan di sektor SDM pariwisata nantinya yang akan menjadi fokus pemerintah, terutama dalam hal penguasaan bahasa Inggris.

“SDM pariwisata kita masih lemah dalam tiga hal yakni, penguasaan bahasa asing terutama Inggris, teknologi informasi, maupun manajerial. Itu untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata kita, tiga hal ini menjadi fokus perhatian,” kata dia.

Rakornas diharapkan menjadi komitmen bersama antara pemerintah dan stakeholder khususnya bidang pendidikan untuk mendukung program penciptaan SDM pariwisata berkualitas agar dapat memenangkan persaingan.

Tenaga kerja pariwisata Indonesia diharapkan akan mudah mengisi peluang kerja di sektor pariwisata khususnya untuk 38 job titles yang telah disepakati bersama dalam Mutual Recognation Arrangement Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Saat ini pemerintah telah menetapkan sektor pariwisata sebagai leading sector karena industri jasa ini menghasilkan devisa dan menciptakan lapangan kerja yang besar.

Tahun ini target pariwisata mendatangkan 12 juta wisman dan 260 juta pergerakan wisnus serta akan menghasilkan devisa sebesar Rp 172,8 triliun dan menyerapkan 11,7 juta tenaga kerja.

Melalui Rakornas SMK Pariwisata, imbuh Ahman, akan menjadi komitmen bersama antara pemerintah dan stakeholder khususnya bidang pendidikan untuk mendukung program penciptaan SDM pariwisata berkualitas agar dapat memenangkan persaingan.(ray/jpnn)

Respon Anda?

komentar