Wooow… 400 Mahsiswa IAIN Bengkulu tak Lulus Ujian Mengaji

2105
Pesona Indonesia
Mahasiswa IAIN Bengkulu
Sejumlah mahasiswa IAIN Bengkulu yang terlibat adu jotos dengan petugas keamanan kampus dilerai mahasiswa lainnya. Foto: Rakyat Bengkulu

batampos.co.id,  BENGKULU – Sekitar 400 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu menggelar aksi protes di Rektorat IAIN, Jumat pagi (1/4). Mahasiswa semester 6 dan 8 dari berbagai program studi (Prodi) ini memprotes hasil tes mengaji yang dilakukan sebagai syarat mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mereka dinyatakan tidak lulus mengaji oleh tim penguji.

Aksi protes ini mulanya berlangsung damai. Namun pada bagian kedua aksi protes Jumat (1/4) sore, insiden kontak fisik hingga adu jotos antara mahasiswa dengan sejumlah satpam kampus, pecah. Ketegangan terjadi diduga dipicu ucapan salah seorang satpam saat para mahasiswa sedang berkumpul-kumpul di depan rektorat menunggu hasil rapat pihak IAIN siang harinya. Ucapan petugas satpam itu disinyalir telah menyinggung karena berbau penghinaan.

“Informasinya satu orang security mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas tentang mahasiswi yang ikut aksi protes. Sehingga menyulut emosi para mahasiswa,” ujar Rori, salah satu mahasiswa yang menyaksikan insiden tersebut.

Seorang mahasiswa dan seorang petugas satpam yang tidak diketahui identitasnya bahkan sempat duel. Namun tak berlangsung lama, segera dilerai. Sehingga keributan yang terjadi pada sekelompok mahasiswa dan beberapa petuga satpam tidak meluas, tidak menyulut emosi mahasiswa lainnya.

Pertanyakan Standar Penilaian Tes Mengaji
Aksi yang dilakukan lebih dari 400 mahasiswa dari berbagai prodi itu buntut hasil tes mengaji. Mereka dinyatakan tidak lulus tanpa diberi tahu apa kekurangan atau kesalahannya. Pasalnya, jumlah mahasiswa yang tidak lulus mengaji pada ujian kali ini cukup besar.

Bila tahun lalu yang tidak lulus mengaji hanya sekitar 60 orang saja. Sementara tahun ini, dari sekitar 700 mahasiswa ikut tes, 400 lebih tidak lulus atau lebih dari setengah.

“Kami ingin meminta penjelasan mengenai standar penilaian. Kami masuk ke IAIN ini sebelumnya sudah dites mengaji. Kami semuanya lulus, terbukti kami sudah menjadi mahasiswa di sini. Nah sekarang ini kami sudah masuk tahap akhir pendidikan. Untuk ikut KKN, syaratnya lulus tes mengaji. Kalau mengaji kami semua bisa. Tapi untuk mengaji bernada memang tidak semua bisa. Yang kami herannya apa standar penilaiannya.,” ungkap koordinator aksi, Domika, mahasiswa semester 8 Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah.

Diminta Belajar Mengaji
Sementara itu Kabag Humas IAIN, Matsuri mengatakan, aksi protes para mahasiswa itu hanya sebuah bentuk kekecewaan atas diri sendiri. Pasalnya ujian mengaji yang dilakukan lembaga sudah tercantum dalam peraturan.

“Itukan ungkapan rasa yang tidak bisa diatasi oleh dirinya sendiri. Sekarang itu di IAIN ini kita sudah mengarah kepada kualitas. Semua alumni diwajibkan bisa baca Alquran. Mereka ini kan saat masuk kuliah dulu ada tes baca Alquran. Mereka yang belum begitu bisa, diminta untuk belajar lagi. Kita ingin pada saat KKN ini karena berhubungan dengan masyarakat. Nah ternyata masih banyak yang belum bisa tajwid dan makhraj. Makanya bagi yang belum KKN, dari sekarang harus belajar. Jangan menyalahkan lembaga. Lembaga tidak salah,” terang Matsuri.

Dari pantauan Rakyat Bengkulu (Batam Pos Grup), aksi protes itu dilakukan para mahasiswa mulai pukul 08.30 WIB. Mereka berkumpul di depan rektorat, namun tidak menggelar orasi. Sekitar pukul 09.00 WIB, 7 orang perwakilan mahasiswa salah satunya Domika melakukan pertemuan dengan Wakil Rektor III IAIN Bengkulu. Mereka menyampaikan protes tersebut.

Setelah pertemuan selama setengah jam, pihak kampus melakukan rapat untuk membahas permasalahan tersebut. Harapan para mahasiswa ada kebijakan baru.

Aksi protes saat pagi hari berlangsung aman dan lancar. Namun pada gelombang kedua yang diikuti mayoritas mahasiswa semester 8 untuk mempertanyakan hasil rapat tersebut, terjadi insiden adu fisik dengan petugas satpam.

Belum ada keterangan resmi dari pihak IAIN. Namun informasi diperoleh, pihak kampus memberikan waktu 1 bulan kepada para mahasiswa yang belum lulus untuk belajar. Kemudian akan dilakukan ujian ulang sebagai salah satu syarat mengikuti KKN periode 2016, Juni mendatang.(cuy)

Respon Anda?

komentar