4 Bulan Lalu, WN Malaysia Dipenggal Militan Abu Sayyaf

2479
Pesona Indonesia
Foto terakhir Bernard Then diambil ketika dalam tawanan di Kepulauan Jolo. Ia diduga dipenggal militan Abu Sayyaf kerana tuntutan uang tebusan yang diminta tidak dipenuhi. Foto: dok. mStar
Foto terakhir Bernard Then diambil ketika dalam tawanan di Kepulauan Jolo. Ia diduga dipenggal militan Abu Sayyaf kerana tuntutan uang tebusan yang diminta tidak dipenuhi. Foto: dok. mStar

batampos.co.id – Empat warga negara Malaysia yang diduga kuat diculik oleh militan Abu Sayyaf saat kapal tunda mereka TG Massive 6 berlayar di perairan Pulau Ligitan, Sabah, Jumat (1//4/2016) malam lalu, ternyata bukan aksi pertama.

Lebih dari 4 bulan lalu, tepatnya 136 hari berselang kasus kedua (4 WN Malaysia disander, red), seorang turis dari Sarawak bernama Bernard Then diduga telah di­pen­g­­­gal kepalanya oleh anggota militan Abu Sayyaf, setelah kelompok militan ini tidak mendapatkan tebusan uang yang mereka minta.

“Selepas 136 hari insiden seorang tebusan rakyat­ Sara­wak dibunuh dan di­pen­g­­­gal kepalanya oleh anggota Abu Sayyaf, kumpulan militan ganas itu dipercayai melakukan penculikan terbaharu melibatkan empat anak kapal tunda warga tempatan berhampiran Pulau Li­gitan…,” tulis portal online Utusan Malaysia, Minggu (3/4/2016).

Itu sebabnya, pihak Malaysia meyakini 4 WN Malaysia yang diculik itu pelakunya juga kelompok militan Abu Sayyaf.

Bernard Then adalah sandera pertama asal Malaysia yang dipenggal kelompok militan Abu Sayyaf yang diduga dipimpin oleh Indang Susukan.

Brigadier Jeneral Alan Arrojado, Komandan Pasukan Petugas Bersama Sulu, Filipina, yang menginformasikan bahwa Bernard Then telah dipenggal.

The Star melaporkan, pria yang bekerja sebagai juru tera elektrik berusia 39 tahun itu diculik bersama pengelola restoran berhnama, Thien Nyuk Fun, 50, dari restoran Ocean King Seafood di Sandakan pada 15 Mei 2016 silam.

Thien dibebaskan pada 8 November lalu dan kembali ke pangkuan keluarganya di Sandakan. Sementara Bernard dipenggal militan tersebut.

Namun Pesuruhjaya Polis Sabah, Datuk Datuk Jalaluddin Abdul Rahman mengatakan mereka belum menerima informasi resmi apakah Bernard Then benar-benar sudah dieksekusi oleh militan Abu Sayyaf atau belum.

Keluarga Bernard Then sendiri tetap berharap Bernard selamat dan suatu saat nanti bisa kembali ke pangkuan mereka. (utusan/the star/nur)

Baca Juga:
> Ini Nama 4 WN Malaysia yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal TG Massive 6 Dirompak, 4 WN Malaysia Disandera, 2 WNI Lolos
> Batas Pembayaran Tebusan Diperpanjang 8 April, 10 WNI yang Disandera Dipecah Dua
> Pulang dari Filipina, Menlu Yakinkan 10 WNI yang Disandera Masih Aman
> Batas Waktu Pemberian Tebusan Habis, Keluarga 10 WNI Disandera Abu Sayyaf Khawatir
> Abu Sayyaf Banyak Link di Indonesia, Ini Saran Mantan Kombatan Filipina
> Batas Pembayaran Tebusan Berakhir Hari Ini, Menlu: 10 WNI yang Disandera Masih Hidup
> Filipina Tolak TNI Ikut Bebaskan Sandera Abu Sayyaf
> Peter Cs Disandera Militan Abu Sayyaf Bersama 11 WNA
> Lokasi 10 WNI Disandera Sudah Diketahui, Tapi…
> Kalau Abang Tak Berangkat Kita Makan Apa? Eh, Ditangkap Militan Abu Sayyaf
> Tolong Selamatkan Peter dari Penyanderaan Abu Sayyaf!
> Menhan RI Kontak Menhan Filipina untuk Operasi Pembebasan Sandera
> Kapten Kapal yang Disandera Militan Abu Sayyaf Ber-KTP Batam
> Inilah Kekuatan Operasi Pembebasan 10 WNI yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> 10 WNI Disandera Militan Abu Sayyaf, Jokowi Kumpulkan Petinggi TNI
> Menanti Pasukan Khusus TNI Selamatkan 10 WNI yang Disandera di Filipina
> Ini Foto-Foto Kapten Kapal TB Brahma 12 yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal WNI yang Disandera Bawa 7.000 Ton Batu Bara
> 10 WNI Disandera, Militan Abu Sayyaf Minta Rp 15 Miliar

Respon Anda?

komentar