Batas Pembayaran Tebusan Diperpanjang 8 April, 10 WNI yang Disandera Dipecah Dua

1473
Pesona Indonesia
Sutomo menunjukkan foto anaknya, Bayu Oktavianto , ABK Brahma 12 yang ikut disandera militan Abu Sayyaf, Minggu (3/4/2016). Foto: radar solo/jpnn.com
Sutomo menunjukkan foto anaknya, Bayu Oktavianto , ABK Brahma 12 yang ikut disandera militan Abu Sayyaf, Minggu (3/4/2016). Foto: radar solo/jpnn.com

batampos.co.id – Militan Abu Sayyaf ternyata bukan penyandera amatiran. Mereka paham potensi operasi militer dilakukan pemerintah Filipinan maupun pemerintah Indonesia untuk membebaskan sandera.

Informasi terbaru, militan Abu Sayyaf itu memecah 10 WNI yang merupakan anak buah kapal (ABK) Tugboat Brahma 12 dan Tongkang Ananda 12 itu menjadi dua bagian.

Kabar perkembangan penyanderaan itu adalah Sutomo (49), warga Klaten, Jawa Tengah yang juga ayah ABK Brahma 12 bernama Bayu Oktavianto (23). Jumat lalu (1/4/2016) Sutomo dihubungi oleh PT Patria Maritime Line selaku pemilik Brahma 12.

Dari pembicaraan per telepon antara Sutomo dengan PT Patria Maritime Line, diketahui bahwa para WNI yang disandera kelompok bersenjata di Filipina itu dibagi dalam dua kelompok. Menurut Sutomo, kelompok pertama terdiri kapten kapal (Peter Tonsan), kepala kamar mesin (KKM), dan teknisi.

Sedangkan kelompok kedua terdiri dari tujuh orang termasuk nakhoda. “Anak saya ikut di kelompok kedua itu,” ujar Sutomo seperti dikutip Radar Solo (grup batampos.co.id).

Sutomo memang bisa sedikit lega. Sebab, Bayu dan rekan-rekannya dikabarkan dalam kondisi sehat.

Hanya saja kelompok penyandera memang terus mendesak PT Patria Maritime Line segera menyerahkan uang tebusan sekitar Rp 15 miliar. Mereka memberikan tenggat waktu tebusan hingga 8 April 2016.

Menurut Sutomo, rencana pembebasan sandera sepenuhnya wewenang pemerintah pusat. Sedangan Patria Maritime Line  dilarang bergerak sendiri.

Karenanya Sutomo berharap pemerintah bisa segera mengambil langkah. “Saya harap pemerintah bisa mengambil langkah sigap membebaskan anak saya serta ABK lainnya dengan tetap mengutamakan keselamatan para sandera,” ucapnya. (ren/wa/JPG/ara/JPNN/nur)

Baca Juga:
> Pulang dari Filipina, Menlu Yakinkan 10 WNI yang Disandera Masih Aman
> Batas Waktu Pemberian Tebusan Habis, Keluarga 10 WNI Disandera Abu Sayyaf Khawatir
> Abu Sayyaf Banyak Link di Indonesia, Ini Saran Mantan Kombatan Filipina
> Batas Pembayaran Tebusan Berakhir Hari Ini, Menlu: 10 WNI yang Disandera Masih Hidup
> Filipina Tolak TNI Ikut Bebaskan Sandera Abu Sayyaf
> Peter Cs Disandera Militan Abu Sayyaf Bersama 11 WNA
> Lokasi 10 WNI Disandera Sudah Diketahui, Tapi…
> Kalau Abang Tak Berangkat Kita Makan Apa? Eh, Ditangkap Militan Abu Sayyaf
> Tolong Selamatkan Peter dari Penyanderaan Abu Sayyaf!
> Menhan RI Kontak Menhan Filipina untuk Operasi Pembebasan Sandera
> Kapten Kapal yang Disandera Militan Abu Sayyaf Ber-KTP Batam
> Inilah Kekuatan Operasi Pembebasan 10 WNI yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> 10 WNI Disandera Militan Abu Sayyaf, Jokowi Kumpulkan Petinggi TNI
> Menanti Pasukan Khusus TNI Selamatkan 10 WNI yang Disandera di Filipina
> Ini Foto-Foto Kapten Kapal TB Brahma 12 yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal WNI yang Disandera Bawa 7.000 Ton Batu Bara
> 10 WNI Disandera, Militan Abu Sayyaf Minta Rp 15 Miliar

Respon Anda?

komentar