Industri dan Sektor Riil Makin Menggeliat

1666
Pesona Indonesia
Mobil sport buatan Toyota dipamerkan di acara Indonesia International Motor Show (IIMS) di Jakarta beberap awaktu lalu. Foto: istimewa
Mobil sport buatan Toyota dipamerkan di acara Indonesia International Motor Show (IIMS) di Jakarta beberap awaktu lalu. Foto: istimewa

batampos.co.id – Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan mengatakan membaiknya sektor riil terutama otomotif dan properti bisa dilihat dari indikator yang ada di pasar keuangan terutama pasar modal. Karakteristik pasar modal khususnya pasar saham secara historis selalu mendahului sektor riil.

”Memang yang terjadi pasar modal menjadi indikator bagi sektor riil. Saat pasar modal membaik biasanya kemudian menjadi pertanda bahwa perekonomian dan sektor riil akan positif. Begitu juga sebaliknya,” ungkapnya ditemui di sela penutupan Festival Pasar Modal Syariah di gedung BEI, Sabtu (2/4/2016).

Indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak awal tahun sampai penutupan perdagangan kemarin mencatatkan kenaikan 5,45 persen.

”Salah satu kenaikan tertinggi di dunia. Hanya kalah sedikit dari bursa saham Thailand (yang naik 8,75 persen),” ucapnya.

Baca Juga: Indonesia Jadi Pusat Industri Otomotif Asia, Peluang Buat KEK Batam

Di dalam IHSG mayoritas indeks saham secara sektoral menguat kecuali indeks saham perdagangan, servis, dan investasi yang masih menipis 0,01 persen dan indeks sektor properti, real estate, dan konstruksi gedung yang koreksi 0,03 persen.

Selebihnya sudah menandakan gairah positif seperti sektor aneka industri melesat 16,90 persen, indeks saham sektor industri barang konsumsi menguat 11,46 persen, indeks sektor manufaktur menguat 11,05 persen, indeks sektor pertambangan naik 10,66 persen, indeks infrastruktur, utilisasi, dan transportasi naik 4,59 persen, indeks industri dasar dan chemical naik 3,27 persen, serta indeks sektor keuangan naik 1,39 persen.

Pasar saham juga merespon cepat saat Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan, BI Rate, yang saat ini sebesar 6,75 persen. Bersamaan dengan itu nilai tukar Rupiah juga membaik dengan menguat 3 persen dalam waktu singkat dan hingga akhir pekan ini terus menguat stabil di kisaran 13.200 per dolar AS (USD) berdasarkan catatan kurs tengah BI.

Nicky mengatakan dampak penurunan suku bunga acuan direspon pasar saham dan pasar uang secara positif karena diyakini akan berdampak baik terhadap sektor riil. Terutama sektor otomotif dan properti yang berkaitan langsung dengan dampak penurunan bunga kredit.

Di pasar saham, perusahaan dari industri otomotif termasuk dalam kelompok indeks sektor aneka industri dan manufaktur. Sedangkan sektor properti ada di indeks sektor properti dan infrastruktur.

”Sebenarnya secara umum dampaknya akan positif, terhadap semua sektor riil. Sebab cost (beban biaya) perusahaan bisa berkurang dari penurunan bunga kredit atas pinjamannya. Walaupun bagi sektor perbankan menjadi tantangan baru ya apalagi pemerintah meminta bunga kredit diperkecil dan berpengaruh pada pendapatan bunga (net interest margin),” ulasnya. (gen/jpg)

Respon Anda?

komentar