Kapal TG Massive 6 Dirompak, 4 WN Malaysia Disandera, 2 WNI Lolos

2175
Pesona Indonesia
Kapal Tunda (tugboat) TG Massive 6 yang dirompak militan bersenjata, Jumat (1/4/2016). 4 WN Malaysia disandera. Foto; utusan malaysia
Kapal Tunda (tugboat) TG Massive 6 yang dirompak militan bersenjata, Jumat (1/4/2016). 4 WN Malaysia disandera. Foto; utusan malaysia

batampos.co.id – Perompakan yang disertai penyanderaan oleh kelompok bersenjata kembali terjadi. Kali ini menimpa kapal Tg Massive 6 saat berlayar di dekat perairan Pulau Ligitan, Sabah, Jumat (1/4/2016) malam.

Informasi yang diperoleh, delapan orang bersenjata lengkap itu naik ke kapal TG Massive 6. Mereka menodongkan senjata dan menculik empat ABK warga negara Malaysia. Sementara dua WNI dan tiga WN Myanmar dilepas tanpa disakiti.

Kelima awak tersisa itu kemudian kembali berlayar menuju Tawau.Kapal ini awalnya berlayar dari Tawau ke Manila mengirimkan kayu. Drama penculikan itu terjadi saat mereka ingin kembali ke wilayah asal (Tawau).

Sejauh ini belum ada pihak yang bertanggung jawab, dan pihak pemilik kapal kabarnya belum menerima hubungan dari para penculik.

Namun kuat dugaan, aksi ini terkait dengan kelompok Abu Sayyaf. Sebab, perairan tersebut tempat di mana biasanya kelompok yang berbasis di Filipina itu beroperasi.

AFP melansir, Sabtu (2/4/2016),  lepas pantai timur negara bagian Sabah tempat 4 WN Malaysia diculik merupakan wilayah operasi  militan Abu Sayyaf.

Namun pihak otoritas Filipina dan Malaysia belum memastikan penyanderaan ini dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf atau kelompo lain.

Juru bicara militer wilayah Filipina Filemon Tan mengatakan pihaknya masih terus memverifikasi penculikan, setelah pihak berwenang Malaysia memberitahu mereka tentang insiden tersebut, Jumat (1/4/2016).

“Apakah mereka disandera oleh Abu Sayyaf atau dibawa ke Filipina, kami belum mengonfirmasi,” kata Tan.

Sementara itu, Komisaris Polisi Sabah, Rashid Harun juga mengatakan bahwa pihak berwenang masih menyelidiki apakah penculikan itu terjadi di perairan Malaysia atau di perairan internasional.

“Daerah ini luas dan kami sedang menyelidiki,” ujarnya, singkatnya. (jpnn/nur)

Baca Juga:
> Batas Pembayaran Tebusan Diperpanjang 8 April, 10 WNI yang Disandera Dipecah Dua
> Pulang dari Filipina, Menlu Yakinkan 10 WNI yang Disandera Masih Aman
> Batas Waktu Pemberian Tebusan Habis, Keluarga 10 WNI Disandera Abu Sayyaf Khawatir
> Abu Sayyaf Banyak Link di Indonesia, Ini Saran Mantan Kombatan Filipina
> Batas Pembayaran Tebusan Berakhir Hari Ini, Menlu: 10 WNI yang Disandera Masih Hidup
> Filipina Tolak TNI Ikut Bebaskan Sandera Abu Sayyaf
> Peter Cs Disandera Militan Abu Sayyaf Bersama 11 WNA
> Lokasi 10 WNI Disandera Sudah Diketahui, Tapi…
> Kalau Abang Tak Berangkat Kita Makan Apa? Eh, Ditangkap Militan Abu Sayyaf
> Tolong Selamatkan Peter dari Penyanderaan Abu Sayyaf!
> Menhan RI Kontak Menhan Filipina untuk Operasi Pembebasan Sandera
> Kapten Kapal yang Disandera Militan Abu Sayyaf Ber-KTP Batam
> Inilah Kekuatan Operasi Pembebasan 10 WNI yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> 10 WNI Disandera Militan Abu Sayyaf, Jokowi Kumpulkan Petinggi TNI
> Menanti Pasukan Khusus TNI Selamatkan 10 WNI yang Disandera di Filipina
> Ini Foto-Foto Kapten Kapal TB Brahma 12 yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal WNI yang Disandera Bawa 7.000 Ton Batu Bara
> 10 WNI Disandera, Militan Abu Sayyaf Minta Rp 15 Miliar

Respon Anda?

komentar