Material Nuklir Tak Boleh Jatuh ke Tangan Teroris

1432
Pesona Indonesia
Obama saat berpidato di KTT Keamanan Nuklir di Washington DC Amerika Serikat, 2 April 2016. Foto: reuters
Obama saat berpidato di KTT Keamanan Nuklir di Washington DC Amerika Serikat, 2 April 2016. Foto: reuters

batampos.co.id – Konferensi Tingkat Tingi (KTT) Keamanan Nuklir yang digelar di Washington AS sejak 1 April 2016, Obama mengajak semua pihak ikut menjaga agar bahan pembuat nuklir tidak jatuh ke tangan teroris.

Dia mengungkapkan bahwa upaya global yang dilakukan telah menghapus sirkulasi material nuklir yang nilainya setara dengan 150 senjata nuklir. ”Material itu tidak akan pernah jatuh ke tangan teroris,” ujarnya.

Presiden AS dua periode itu juga memaparkan kondisi kelompok Islamic State of Iraq and The Levant (ISIL) atau ISIS yang terus kehilangan daerah kekuasaan. Menurutnya, itu merupakan kabar baik dalam konteks memerangi terorisme.

”Mereka kehilangan infrastruktur minyak. Mereka juga kehilangan pendapatan,” ujar Obama dalam konferensi pers terakhir menjelang penutupan.

”Kami percaya bahwa aliran pejuang asing ke Suriah dan Irak telah melambat,” imbuhnya.

Obama juga menilai peserta KTT adalah negara yang mewakili mayoritas umat manusia dari berbagai daerah, ras, agama, budaya. Semuanya memiliki aspirasi yang sama untuk hidup dalam keamanan, dan perdamaian, serta ingin  bebas dari rasa takut.

”Perang melawan ISIL akan terus berlanjut, dan bisa jadi menjadi lebih sulit. Tapi, bersama-sama kita akan membuat kemajuan yang nyata. Saya benar-benar yakin bahwa kami akan menang dan menghancurkan organisasi keji itu,” ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Wapres Indonesia Jusuf Kalla juga mengungkapkan bahwa semua pembicaraan dalam KTT diarahkan untuk menjaga agar material nuklir tidak jatuh ke tangan teroris. Karena itu dunia harus menyepakati arsitektur, kerja sama, serta protokol pengawasan bahan nuklir, termasuk penyimpanan dan transportasinya.

”Teroris pakai paku saja seluruh dunia takut. Apalagi kalau mereka bisa mendapatkan bahan nuklir dengan mudah. Itu yang menjadi inti pembicaraan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, komitmen dan kesepakatan yang telah dicapai dalam KTT akan dilaksanakan dengan bantuan PBB. Pengawasannya dilakukan lembaga-lembaga internasional, seperti Internasional Atomic Energy Agency atau Badan Tenaga Atom Internasional dan Interpol.

”Selain itu juga harus ada interkoneksi informasi tentang transportasi material nuklir. Harus dikawal berangkatnya dari mana, sampainya di mana,” terang JK. (Laporan Fathoni P. Nanda, Dari Washington DC)

Respon Anda?

komentar