Pulang dari Filipina, Menlu Yakinkan 10 WNI yang Disandera Masih Aman

1584
Pesona Indonesia
Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha. Foto: jawapos/jpnn
Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha. Foto: jawapos/jpnn

batampos.co.id – Upaya serius yang dilakukan Pemerintah Indonesia untuk membebaskan 10 warga negara Indonesia (WNI) korban pembajakan dan penyanderaan kelompok Abu Sayyaf memberi harapan.

Usai melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Filipina Jose Rene Almendras, Menlu RI Retno Marsudi pun kembali ke Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arrmanatha Nasir mengatakan, kunjungan Retno ke Manila pada 1 April lalu berjalan lancar. Sang menteri pun diakui sudah kembali ke Indonesia sesaat setelah pertemuan itu terjadi.

’’Seperti yang diketahui, Ibu Menteri ke Manila dengan tujuan utama koordinasi tentang penyanderaan 10 WNI,’’ imbuhnya ketika dihubungi Jawa Pos (grup batampos.co.id), Sabtu (2/4/2016).

Meskipun lancar, pria yang akrab dipanggil Tata tersebut mengaku belum bisa mengemukakan hasil pertemuan tersebut. Dia menegaskan, saat ini pemerintah terus mengupayakan segala cara agar kasus ini bisa diselesaikan secepatnya. Juga, penekanan prioritas bahwa keselamatan sandera WNI masih nomor satu. ’’Nanti ya (akan diberi tahu, Red),’’ ujarnya.

Seperti yang diketahui, pemerintah terus menegaskan bahwa penyelamatan ini memang tak bisa dilakukan sembarangan. Hal tersebut dikarenakan jaringan Abu Sayyaf sendiri sudah tersebar di beberapa wilayah Asia Tenggara. Jika rencana penyelamatan bocor ke publik, sudah dipastikan pihak penyandera akan merespon dan membahayakan.

Tata pun menambahkan, kasus perompakan juga belum mereda. Kemarin pun diketahui terdapat satu lagi kapal tugboat yang dibajak perompak. Bedanya, kapal tersebut berbendera Malaysia. Dalam kapal tersebut terdapat sembilan anak buah kapal (ABK). Terdiri dari  empat orang warga Malaysia, dua orang warga Myanmar, dan tiga orang WNI.

’’Dari informasi yang kami terima, aksi itu terjadi di perairan Ligitan pada 1 April pukul 18.15 waktu setempat. Beruntung, tiga WNi dan dua warga Myanmar telah dibebaskan. Tinggal empat warga Malaysia yang masih diculik. Untuk WNI, konsul RI di Tawau sudah berkoordinasi memberikan bantuan kepada WNI yang sedang dimintai keterangan,’’ ungkapnya. (bil/jpgrup)

Baca Juga:
> Batas Waktu Pemberian Tebusan Habis, Keluarga 10 WNI Disandera Abu Sayyaf Khawatir
> Abu Sayyaf Banyak Link di Indonesia, Ini Saran Mantan Kombatan Filipina
> Batas Pembayaran Tebusan Berakhir Hari Ini, Menlu: 10 WNI yang Disandera Masih Hidup
> Filipina Tolak TNI Ikut Bebaskan Sandera Abu Sayyaf
> Peter Cs Disandera Militan Abu Sayyaf Bersama 11 WNA
> Lokasi 10 WNI Disandera Sudah Diketahui, Tapi…
> Kalau Abang Tak Berangkat Kita Makan Apa? Eh, Ditangkap Militan Abu Sayyaf
> Tolong Selamatkan Peter dari Penyanderaan Abu Sayyaf!
> Menhan RI Kontak Menhan Filipina untuk Operasi Pembebasan Sandera
> Kapten Kapal yang Disandera Militan Abu Sayyaf Ber-KTP Batam
> Inilah Kekuatan Operasi Pembebasan 10 WNI yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> 10 WNI Disandera Militan Abu Sayyaf, Jokowi Kumpulkan Petinggi TNI
> Menanti Pasukan Khusus TNI Selamatkan 10 WNI yang Disandera di Filipina
> Ini Foto-Foto Kapten Kapal TB Brahma 12 yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal WNI yang Disandera Bawa 7.000 Ton Batu Bara
> 10 WNI Disandera, Militan Abu Sayyaf Minta Rp 15 Miliar

Respon Anda?

komentar