BBM Turun, Organda Batam Minta Tarif Angkutan Umum Turun di Bawah Tiga Persen

656
Pesona Indonesia
Karyawan SPBU Pasir putih saat mengisi BBM ke kenderaan warga. Foto: Immanuel Sebayang/Batam Pos.
Karyawan SPBU Pasir putih saat mengisi BBM ke kenderaan warga. Foto: Immanuel Sebayang/Batam Pos.

batampos.co.id – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Batam bersama Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan pihak terkait lainnya hari ini, Senin (4/4) mulai membahas penurunan tarif angkutan umum di Batam. Organda meminta agar tarif angkutan umum turun di bawah tiga persen.

”Mungkin Senin (hari ini, red) sudah mulai dilakukan pembahasan. Kita pada dasarnya tetap sepakat agar tarif ini memang harus turun,” kata Ketua Organda Batam, Hardi Sam Harun.

Hardi mengatakan banyak hal akan dibicarakan dengan Pemko Batam, termasuk membahas beberapa tarif angkutan umum yang saat ini sudah hampir sama dengan tarif di Jakarta. Bahkan ada yang lebih rendah dari Jakarta.

”Misalnya taksi, lebih rendah tarifnya dari Jakarta. Padahal selama ini acuan kita Jakarta. Kalau menurut saya ini tak usah turun tarifnya, cukup surcharge-nya saja yang turun,” ujarnya.

Selain itu, kata Hardi, terkait kebijakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar tarif angkutan umum turun tiga persen, juga akan menjadi pembahasan. Sebab, merujuk besaran tarif saat ini maka tidak akan mendapatkan angka genap. Misalnya, bila tarif angkot saat ini Rp 5 ribu, maka turunnya sekitar Rp 150.

”Ini kan ganjil, maka harus dibicarakan, apakah pembulatannya ke atas atau ke bawah,” jelasnya.

Hardi menambahkan, pada prinsipnya Organda Batam sepakat tarif angkutan diturunkan, tetapi harus diikuti dengan penurunan harga-harga kebutuhan pokok dan spare part kendaraan.

”Memang BBM (bahan bakar minyak) sudah turun, tapi tidak signifikan. Jadi, dampaknya tetap sangat besar kalau tidak disertai penurunan harga barang,” ungkapnya.

Untuk itu, apabila tarif angkutan umum nanti disepakati turun, maka Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam harus bisa mengontrol dan mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok. Sehingga penurunan tarif angkutan ini, ada manfaatnya untuk warga.

”Kalau harga barang tak turun, maka kurang terasa manfaatnya. Sopir juga harus hidup. Makanya pemerintah harus aktif untuk mengontrol harga,” jelasnya lagi. (ian)

Baca juga:

DPRD Batam Desak Pemerintah Segera Turunkan Tarif Angkutan Umum

Pemko Batam Siap Turunkan Tarif Transportasi Umum

Organda Batam Sepakat Turunkan Tarif Angkutan Umum

Harga BBM Turun Rp 500, Tarif Angkutan Masih Tetap

Pemko Batam Tunggu Surat Edaran Kementerian Perhubungan Terkait Tarif BBM

Respon Anda?

komentar