Dandim Perintahkan Tangkap Pelaku Ilegal Logging dan Narkoba

789
Pesona Indonesia
Personil Gurindam Sakti mengikuti apel pelepasan. Foto:Osias De/Batampos
Personil Gurindam Sakti mengikuti apel pelepasan. Foto:Osias De/Batampos

batampos.co.id – Komandan Kodim 0315 Bintan, Letkol Inf Charles Sagala, memerintahkan personil yang terlibat dalam ekpedisi Gurindam Sakti 2016, untuk menangkap para pelaku illegal logging dan narkoba. Karena mereka selama ini meresahkan masyarakat.

”Kami akan mengecek kebenaran informasi masyarakat, baik di pulau yang berpenghuni atau tidak yang ada di Kepri khususnya di wilayah Pulau Bintan dan Lingga,” ujar Charles, kemarin.

Dikatakan Charles, Provinsi Kepri merupakan salah satu wilayah strategis dalam hal peredaran narkoba, penyeludupan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan illegal logging. Untuk itu, ia akan mengecek informasi yang berkembang terkait perbuatan ilegal seperti itu.

”Semua laporan masyarakat, harus ditelusuri terlebih dahulu, baru kami lakukan penangkapan,” kata Charles.

Charles menegaskan, selain narkoba, pihaknya juga akan menindak tindak kriminal lainnya. Nantinya proses hukumnya akan diserahkan kepada instansi terkait lainnya.

”Di pulau-pulau terpencil informasinya tindak pidana illegal logging masih marak. Jika kedapatan, akan kami tangkap dan serahkan ke pihak kepolisian,” tegas Charles.

Soal narkoba, Dandim 0315 Bintan ini mengaku tidak akan main-main dalam menangani kasus narkoba tersebut. ”Saya tidak akan tebang pilih kalau terkait kasus narkoba. Anggota saya sendiri saja yang terlibat narkoba sudah tiga orang yang saya pecat,” sebut Charles.

Dandim menyebutkan peserta Ekspedisi Gurindam Sakti juga melibatkan beberapa anggota dari Polres Tanjungpinang. Mereka juga mendata setiap potensi sumber alam yang ada di wilayah Bintan yang belum diketahui. Sekarang peserta sedang berada di Pulau Numbing untuk mensosialisasikan NKRI, melakukan penyuluhan dan pengobatan hingga bakti sosial kepada masyarakat.

”Dengan data yang ada, dapat membantu pemerintah daerah untuk menggali dan mengembangkan potensi alam yang ada,” pungkasnya.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar