GP Ansor Sampaikan 6 Pernyataan Sikap atas Insiden di Laut Natuna

1286
Pesona Indonesia
Ketua PW Gerakan Pemuda GP Ansor Kepri Nur Haryanto menyampaikan amanat saat apel Save Natuna dikantor PW Ansor diruko KDA Junction Batamcenter, Minggu (3/4). Apel tersebut menyikapi aksi nelayan China yang melakukan illegal fishing di laut China Selatan (laut Natuna). Foto:Cecep Mulyana/Batam Pos
Ketua PW Gerakan Pemuda GP Ansor Kepri Nur Haryanto menyampaikan amanat saat apel Save Natuna dikantor PW Ansor diruko KDA Junction Batamcenter, Minggu (3/4). Apel tersebut menyikapi aksi nelayan China yang melakukan illegal fishing di laut China Selatan (laut Natuna). Foto:Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id Р Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kepri dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mengeluarkan pernyataan sikap saat menggelar apel Save Natuna. Pernyataan ini menyikapi aksi nelayan China yang melakukan illegal fishing di Laut China Selatan (laut Natuna).

Ada 6 pernyataan yang disampaikan. Berikut pernyataan sikap tersebut;

Mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI agar membawa kasus agresi China di Natuna ke Mahkamah Internasional, dan melakukan langkah-langkah diplomatik yang diperlukan agar China mengakui kedaulatan teritori laut dan ZEE RI di perairan Natuna.

Meminta Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI dan TNI agar mensiagakan dan memperkuat armada tempur laut berkekuatan militer penuh di perairan Natuna agar agresi China di perairan Natuna tidak terulang.

Mendukung penuh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam upaya penegakan hukum memberantas illegal fishing dan menuntut agar nelayan China yang tertangkap diberikan sanksi hukum menurut ketentuan hukum RI.

Mendesak Pemerintah RI agar menggalang solidaritas ASEAN untuk memberikan solusi permanen atas sengketa wilayah di perairan Laut China Selatan dimana perairan Natuna termasuk di dalamnya.

Mendesak Pemerintah China meminta untuk maaf atas agresinya di perairan Natuna dan menghargai kedaulatan RI atas perairan Natuna serta menghormati proses hukum di Indonesia yang sedang berlaku atas nelayan China yang tertangkap melakukan illegal fishing.

Menyerukan kepada segenap komponen bangsa agar meningkatkan persatuan dan kesatuan menghadapi ancaman terhadap kedaulatan dan ideologi NKRI baik yang bersifat agresi militer ataupun aksi-aksi terorisme dan radikalisme. (cr13/bpos)

Respon Anda?

komentar