Hutang Proyek Rp 32 Miliar Belum Dibayar, Bandara Sipil Ranai Belum Bisa Dioperasikan

749
Pesona Indonesia
Bandara Sipil Ranai yang sudah selesai dikerjakan tahun lalu. foto:aulia rahman/batampos
Bandara Sipil Ranai yang sudah selesai dikerjakan tahun lalu. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Hingga saat ini, banyak hutang pemerintah daerah belum dilunasi, termasuk kepada pihak ketiga yang sifatnya kontraktual. Salah satu hutang kontraktual kepada pihak ketiga yang belum dilunasi adalah proyek bandara sipil Ranai.

Padahal Sekda Natuna Syamsurizon menyatakan, hutang kontraktual bisa langsung dibayarkan setelah administrasi lengkap pada saat penyerahan DPA tahun 2016 pertengahan bulan Maret lalu.

Sekretaris Dinas Perhubungan Pemkab Natuna M Amin mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum bisa menjadwalkan kapan peresmian bandara sipil Ranai. Tahun 2015, proyek bandara sudah selesai, tapi masih terhutang sekitar Rp 32 miliar.

“Kalau kami berharap bandara sipil secepatnya diresmikan, tapi sebelum hutang dilunasi, penyerahan pekerjaan dari pihak ketiga tertunda sampai sekarang,” kata Amin kemarin.

Dikatakan Amin, selaku dinas teknis masih mempersiapkan tahapan proses serah terima bandara Ranai. Namun setelah hutang dilunasi kepada perusahaan.

“Kami sudah mengajukan pengakuan hutang proyek di BPKAD, agar segera dilunasi,” kata Amin.

Diakui Amin, saat ini masyarakat sudah ramai menanyakan kapan bandara sipil akan dioperasikan. Banyak harapan masyarakat, salah satunya agar bisa menekan harga tiket yang lebih standar.

“Bandara sipil memang dinanti berbagai kalangan masyarakat, tentu bakal banyak dampak positif ketika bandara sipil dioperasikan,” ungkap Amin.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar