KPK Panggil Pimpinan Penyuap Jaksa

604
Pesona Indonesia
Wakil Ketua KPK Thony Saut Situmorang. Foto: istimewa
Wakil Ketua KPK Thony Saut Situmorang. Foto: istimewa

batampos.co.id – Penyidik KPK dijadwalkan mulai melakukan pemeriksaan saksi terkait kasus suap jaksa oleh PT Brantas Abipraya. Pemeriksaan itu bakal dimulai pekan ini. Salah satunya untuk mengkonfirmasi temuan yang didapat KPK saat penggeledahan.

“Pekan ini sudah mulai ada pemeriksaan saksi,” ujar Kabag Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha, Minggu (3/4/2016).

Namun siapa saja yang akan diperiksa, Priharsa mengaku belum mendapatkan detailnya dari penyidik. “Mungkin besok (hari ini) bisa diketahui siapa saja yang akan diperiksa,” katanya.

Yang pasti pemeriksaan bakal dilakukan terhadap unsur pimpinan PT Brantas Abipraya dan jaksa yang menangani perkara ini.

Sebagaimana diketahui, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap tiga orang. Mereka ialah Sudiwantoko (SWA) selaku direktur keuangan PT Brantas Abipraya, Dadung Pamulano (DPA) senior manajer PT Brantas Abipraya dan Marudut (MRD) yang berperan sebagai perantara suap.

Dadung ditangkap usai menyerahkan uang ke Marudut sebesar USD 148.835 di sebuah hotel di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Uang tersebut diberikan untuk menghentikan penyelidikan kasus PT Brantas Abipraya di Kejati DKI. Kasus itu kabarnya terkait penggunaan dana iklan PT Brantas Abipraya.

Priharsa memastikan KPK tidak main-main menangani perkara ini. Dia menampik KPK tak segera memproses penerima suap karena khawatir terjadi konflik antar lembaga dalam menangani perkara ini. “Tidak ada seperti itu,” tegasnya.

Sejumlah pihak memang ragu dengan penanganan perkara kasus suap jaksa ini. Salah satu indikasinya dalam OTT tersebut pihak penerima suap belum diproses. Misalnya saja permintaan cegah ke imigrasi agar terduga penerima suap itu tak kabur ke luar negeri.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengaku secara pribadi yakin dalam perkara ini ada kaitan batin antara si penyuap dan penerima. Ini hanya soal waktu saja, ujarnya.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho berharap KPK terbuka menangani perkara kasus suap jaksa ini. “Sejak awal ada yang aneh. Sempat dibenarkan OTT melibatkan jaksa, tapi pimpinan lain kemudian membantah,” ujar Emerson. (gun/agm/jpgrup)

Baca Juga:
> Uang USD 148.835 Disita KPK Saat OTT di Toilet Hotel
> KPK Bakal Geledah Kantor Mantan Kajati Kepri
> 3 Pemberi Suap Terjaring OTT Jadi Tersangka, KPK Periksa Mantan Kajati Kepri
> OTT KPK hanya Bekuk 3 Pemberi Suap, Ini Orangnya
> Ternyata KPK Lakukan 2 Operasi Tangkap Tangan, Kasusnya Berbeda
> Jaksa Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK

Respon Anda?

komentar