KPPU Minta Pemko Tinjau Izin Pasar Ritel Modern

466
Pesona Indonesia
Alfamart dan Indomart, dua pasar modern yang gencar ekspansi hingga ke perumahan-perumahan. Foto: istimewa
Alfamart dan Indomart, dua pasar modern yang gencar ekspansi hingga ke perumahan-perumahan. Foto: istimewa

batampos.co.id  – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Batam berharap Pemerintah Kota Batam dapat meninjau kembali perizinan pendirian pasar ritel modern di Batam. Sebab, jumlahnya semakin banyak dan semakin berdekatan.

“Kewenangan untuk mengaturnya ada di Pemerintah Daerah. Kalau sudah makin menjamur ini makin membahayakan,” kata Ketua KPPU KPD Batam, Lukman Sungkar.

KPPU pernah membuat kajian tentang pasar ritel modern pada tahun 2006 – 2007. Hasilnya, industri ritel mampu menyerap tenaga kerja kedua terbesar setelah industri pertanian.

Namun, dalam perkembangannya keberadaan industri ritel modern ini juga dapat berdampak pada industri ritel tradisional. Atau yang setingkat dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Pemerintah telah mengaturnya dengan Perpres nomor 112 tahun 2007. Tapi kewenangan lebih besarnya ada di Wali Kota,” ujarnya lagi.

Pemko, menurut Lukman, seharusnya dapat mengevaluasi permohonan izin yang masuk. Jikapun memberikan izin, pemerintah dapat mengatur keberadaannya berdasarkan jarak. Serta waktu buka-tutupnya.

“Seharusnya, keberadaan ritel modern dan ritel tradisional itu saling melengkapi. Tapi yang terjadi justru berhadap-hadapan,” tambah Kepala Bagian Hubungan Masyarakat KPPU, Dendy R Sutrisno.

Keberadaan pasar ritel modern tidak sepenuhnya salah. Pasar ritel modern itu dapat meningkatkan kualitas pasar ritel tradisional. Sepanjang pengaturannya tepat.

“Di Perancis, misalnya, pemerintah meminta pasar ritel modern itu berlokasi di pinggiran kota. Ini untuk membangun wilayah itu,” katanya. (ceu/bp)

Respon Anda?

komentar