Tempat Maksiat Berkedok Kedai Tuak Marak, Bupati Diminta Tiru Ahok

1300
Pesona Indonesia
Ilustrasi.  Foto: Metro Siantar/JPG
Ilustrasi. Foto: Metro Siantar/JPG

batampos.co.id –  Pemerintah Tapanuli Utara (Taput), Sumut diminta segera menindak  tegas sejumlah kedai tuak yang disinyalir telah dijadikan tempat maksiat alias bisnis esek-esek. Antara lain di Simasom, Adiankoting, Siborongborong dan Tarutung.

Lokasi maksiat itu diharapkan segera diratakan pemerintah karena telah meresahkan warga. Selain itu, Taput adalah tempat wisata rohani dan mayoritas beragama Kristen dan pertama tanah Batak yang menerima ajaran agama Kristen.

Pdt David Sihombing mengatakan, maraknya tempat maksiat di Taput yang berkedok warung tuak membuat masyarakat sangat resah akan keberadaan tempat tersebut. Banyak keluarga cerai akibat tempat maksiat tersebut. Sehingga anak-anak jadi korban dan rumah tangga jadi hancur.

“Banyak sekarang rumah tangga hancur akibat tempat maksiat tersebut. Maunya pemerintah Taput meniru Gubernur DKI Jakarta Ahok, yang telah meratakan Kalijodo. Apalagi Taput adalah tempat wisata rohani yang mayoritas beragama Kristen. Kita selaku umat Kristiani dilarang melakukan maksiat dan bertentangan dengan agama,” ujarnya.

Menurutnya, jika ini dibiarkan terus-menerus maka moral penduduk Taput akan bobrok.

Sementara itu, Prof Dr Pandapotan Lumbantoruan STh selaku tokoh agama di Jakarta sewaktu berkunjung ke Salib Kasih ketika diwawancarai mengungkapkan, pemerintah harus melakukan revolusi mental di Taput.

Karena dua tahun belakangan ini banyak tempat maksiat yang semakin marak di beberapa tempat di wilayah Taput. Bahkan, ada informasi pemiliknya diduga mantan anggota dewan dan anggota dewan itu diduga dibekingi oleh beberapa pejabat di Taput.

Padahal itu sudah bertentangan dengan ajaran agama dan bukan hanya agama Kristen atapun agama lainnya.

“Ini terjadi karena pemerintah sepertinnya melakukan pembiaran. Padahal pemerintah memiliki wewenang untuk menertibkan tempat maksiat tersebut,” ungkapnya.

Lanjut Pandapotan, jika ini dibiarkan, maka nama Taput akan tercoreng di Indonesia. Pasalnya, tanah Batak pertama kali menerima ajaran Kristen adalah Rura Silindung, Taput. (JPG)

Respon Anda?

komentar