Oknum Polisi Ngaku Bawa Bom, Penumpang Panik, Bandara Jambi Lumpuh

1393
Pesona Indonesia
Pesawat Lion Air di Bandara Sultan Thaha Jambi. Foto: istimewa
Pesawat Lion Air di Bandara Sultan Thaha Jambi. Foto: istimewa

batampos.co.id -Jangan pernah mengatakan membawa bom atau bahan berbahaya lainnya saat naik pesawat, walaupun Anda seorang aparat. Akibatnya bisa fatal dan merugikan penumpang lain dan merugikan pihak maskapai, serta pengelola bandara.

Ya, seperti yang terjadi di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Jambi, Senin (4/4/2016) pagi. Seseorang mengaku membawa bom sehingga penerbangan Lion Air JT 601 Jambi-Jakarta terpaksa ditunda.

Meski belakangan diketahui hanya candaan, namun pilot JT 601 tetap harus melaksanakan prosedur keamanan. Penerbangan ditunda, penumpang diturunkan, petugas keamanan melakukan penyisiran untuk memastikan pesawat benar-benar bebas dari ancaman bahan berbahaya apapun.

“Ya, ada penumpang yang duduk di bagian belakang ngaku bawa bom, kami serahkan ke sekuriti dan kepolisian bandara,” ujar Public Relations Manager Lion Air Andi M Saladin, Senin (4/4/2016) malam.

Andi menjelaskan, pramugari pesawat melaporkan ke pilot ada penumpang yang mengaku membawa bom di dalam tas di kabin.

Sebelumnya, pramugari memastikannya sampai dua kali. Pertama ditanya, oknum polisi ini menjawab batu bata dan bom. Ketika untuk kedua kalinya ditanya, jawabannya sama, batu bata dan bom.

“Setelah dia diserahkan ke pihak keamanan, penumpang lainnya terpaksa boarding lagi. Kejadian ini membuat delay sekitar dua jam,” kata Andi.

Soal identitas penumpang ini baru belakangan diketahui bahwa dia memiliki kartu tanda anggota kepolisian. Pihak bandara dan kepolisian daerah pun membenarkan penumpang iseng yang satu ini benar seorang polisi.

Candaan ini juga membuat jadwal penerbangan di Bandara STS Jambi lumpuh sesaat karena bandara ditutup sementara. Bahkan situasi di bandara dikabarkan sempat mencekam dan memicu kepanikan.

Setelah petugas keamanan bandara dan kepolisian memastikan tidak ada bahan peledak di pesawat, barulah pesawat terbang kembali dan bandara dibuka kembali. Namun jadwal penerbangan menjadi kacau akibat ulah oknum polisi tersebut. (adk/jpnn/nur)

Respon Anda?

komentar