Pacar Polisi yang Ditembak Itu Pilih Pulang Kampung

1271
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Penembakan yang dilakukan Brigadir Ys terhadap kekasihnya MS diawali keributan di dalam kosan Ruko Penuin Blok Y nomor 11. Sebelum melepaskan tembakan, anggota Direktorat Narkoba Polda Kepri tersebut mengancam membunuh kekasihnya. Bahkan Ys berniat membuang MS dari jendela kamar lantai III.

Eti, pemilik binatu (laundry) di lantai dasar Ruko mengaku sempat bertemu korban setelah penembakan terjadi. Kepadanya, MS yang biasa disapa Lina itu mengaku tak bisa berteriak karena Ys membekap wajahnya menggunakan bantal.

“Sudah lemas Bu. Gak bisa teriak lagi. Mau dilempar dari jendela,” ujar Eti menirukan ucapan MS di lokasi kejadian, kemarin (3/4) siang.

Eti mengaku bertemu MS setelah menjalani perawatan Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB). Saat keributan itu terjadi, Yondrialis melepaskan tembakan yang mengenai tangan kanan Lina. Namun, MS enggan menceritakan penyebab keributan tersebut.

“Yang bawa dia turun dan mengantar ke rumah sakit, pacarnya yang menembak dia itu,” tutur Eti.

Dia menjelaskan, beberapa jam meninggalkan rumah sakit, MS bergegas mengemas barangnya dari dalam kamar kos. Wanita 23 tahun itu terlihat dijemput beberapa keluarga menggunakan taksi.

“”Tadi MS datang bersama keluarganya. Katanya mereka mau pulang kampung,” terangnya.

Hal senada dikatakan Wiwin, penghuni kosan lainnya. Ia mengaku sempat mendengar keributan dari arah kamar korban. Selang beberapa menit terdengar suara tembakan.

“Kalau ribut sering dengar. Sebelum suara tembakan juga dengar ribut-ribut,” ujar Wiwin.

Sementara itu, salah seorang rekan kerja korban mengaku tidak mengetahui penyebab keributan dan penembakan itu. Karyawan De Best Hotel itu hanya mengetahui hubungan MS dan pelaku sebagai kekasih.

“Iya pacarnya polisi. Permasalahannya tak tahu, dia gak pernah cerita hal pribadinya,” ujarnya yang enggan menyebutkan nama.

Salah seorang perawat RSHB mengatakan Lina menjalani perawatan selama 12 jam. Ia dirawat di ruang Melati nomor 10 lantai IV.

“Pasiennya sudah ke luar. Semalam memang dirawat di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono belum memberikan keterangan terkait penembakan ini. Ponsel miliknya yang dihubungi tak mendapatkan jawaban.

Seperti diberitakan sebelumnya, Brigadir Ys nekad menembak kekasihnya MS, Jumat (1/4). Pasangan kekasih ini terlibat cek-cok. Dimana sebelumnya, pelaku masuk ke dalam kamar kos korban menggunakan kunci duplikat.

Lina yang menghindar dari keributan itu berusaha meninggalkan pelaku di dalam kamar. Namun. pelaku tak terima menarik tangan korban hingga tertidur, kemudian membekapnya menggunakan bantal. Lantas Ys mengeluarkan senjata api (senpi) melepaskan tembakan dibagian samping kepala korban. Namun, tembakan itu mengenai tangan MS saat mencoba menggapai senpi tersebut. (opi)

Respon Anda?

komentar