Pengadaan Mobil Dinas untuk Lurah Tuai Penolakan

650
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: Dok.JPNN
Ilustrasi. Foto: Dok.JPNN

batampos.co.id – Rencana Pemerintah Kota Bengkulu membeli mobil dinas (mobnas) 67 lurah se-Kota Bengkulu menuai pro dan kontra. Divisi Monotoring dan Evaluasi Kebijakan Publik Puskaki Bengkulu, Romidi Karnawan menilai gagasan itu tidak sesuai dengan slogan “APBD untuk Rakyat”.

Ia meminta Walikota H. Helmi Hasan, SE membatalkannya. Jika Pemkot tetap ngotot menganggarkan pengadaan mobnas baru, dikhawatirkan menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Karena kondisi APBD kota ini sangat terbatas sekali. Lebih baik sekarang memikirkan soal kemajuan kota ini yang jauh tertinggal dengan daerah lain. Menganggarkan mobnas untuk lurah tersebut memakan biaya yang sangat besar,” jelas Romidi.

Romidi menambahkan, disisi lain masyarakat disuruh prihatin agar APBD akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur serta penguatan ekonomi masyarakat. “Ini pemborosan belanja. Belum lagi, beberapa mobnas yang sudah lama dipakai pejabat yang dulu sampai saat ini masih tak tahu rimbanya,” tambahnya

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota, Marjon, MPd mengatakan, usulan pengadaan mobnas lurah akan terlebih dahulu melihat kondisi APBD kota. “Apalagi APBD-Perubahan belum diusulkan dan dibahas bersama antara pemerintah dan DPRD. Kita lihat dulu kondisi kemampuan APBD kita. Kalau nanti APBD mampu, tidak jadi masalah. Namun yang jelas nanti akan kelihatan dalam pembahasan,” kata Marjon.

Dikatakan Marjon, dengan melihat kondisi saat ini, memang mobil dinas sebagai penunjang kinerja para lurah di lapangan memang sangat dibutuhkan. Namun pemerintah kota tetap memprioritaskan anggaran kebutuhan publik yang lebih penting diutamakan.

“Apalagi tidak ada yang salah (beli mobnas) sebagai bentuk pembaruan aset kota. Selain itu lurah selama ini menggunakan motor, ketika kedepan ada peningkatan penunjang operasional tidak ada yang salah. Semuanya itukan butuh proses, tidak langsung disetujui,” jelasnya.

Selain itu menurut Marjon, masalah rencana usulan pengadaan mobnas tidak perlu dibesar-besarkan, sebab kinerja Pemerintah Kota Bengkulu saat ini sudah cukup baik dalam memperhatikan pelayanan kebutuhan di masyarakat salah satunya soal pembangunan infrastuktur.

“Bahkan anggaran pembangunan infrastuktur kota setiap tahunnya terus terjadi peningkatan. Karena pembangunan infrastuktur merupakan skala prioritas pemerintah kota sampai tahun kedepannya. Salah satu keberhasilan kota adalah pembangunan Rumah Sakit kota,” pungkasnya.(JPG)

Respon Anda?

komentar