Pertumbuhan Kredit Melambat, Ini Saran BI

558
Pesona Indonesia
ilustrasi pengajuan kredit
ilustrasi pengajuan kredit

batampos.co.id – Penurunan suku bunga acuan (BI rate) yang direspons perbankan dengan memangkas suku bunga belum mampu mendongkrak pertumbuhan kredit dan laju pertumbuhan ekonomi.

Indikasinya, posisi kredit yang disalurkan perbankan nasional Februari lalu mencapai Rp 3.996,6 triliun. Artinya tumbuh 8 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

Namun, pertumbuhan kredit tersebut melambat bila dibandingkan dengan Januari 2016 yang tumbuh 9,3 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.

”Perlambatan penyaluran kredit terutama terjadi pada kredit modal kerja dan kredit investasi,” kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara akhir pekan lalu.

Rendahnya kinerja penyaluran kredit menggambarkan lambatnya pergerakan dunia usaha. Meski demikian, Mirza mengakui bahwa ada jeda antara pelonggaran kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar terhadap aktivitas perekonomian.

”Beberapa bulan ke depan baru bisa kita lihat peningkatan aktivitas ekonomi,” ucap dia.

Untuk mendorong pertumbuhan, BI meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah mempercepat realisasi belanja proyek infrastruktur dan program pada kuartal pertama 2016.

”Pencairan APBN akan membantu pertumbuhan di kuartal pertama 2016,” terang Mirza.

Selain percepatan realisasi belanja pemerintah, paket deregulasi kebijakan ekonomi yang dilakukan pemerintah pusat harus segera direspons oleh pemerintah daerah. Caranya, pemda melanjutkan deregulasi ekonomi di tingkat lokal serta mempercepat penyerapan anggaran.

”Dua langkah itu bisa membantu pertumbuhan ekonomi sambil menunggu sektor korporasi dan rumah tangga melakukan aktivitas ekonomi,” tutur dia.

Meski kinerja pertumbuhan kredit menurun, Mirza menilai hasil tersebut cukup realistis bila dibandingkan dengan target pertumbuhan penyaluran kredit yang ditetapkan BI sebesar 12–14 persen sepanjang tahun ini.

”Kalau nanti kita lihat angka (pertumbuhan kredit, Red) di kuartal kedua 2016 bisa meningkat, target itu masih cukup realistis,” ucap dia. (dee/c11/noe/jpgrup)

Respon Anda?

komentar