2.000 Paket Kegiatan di Pemprov Kepri Siap Lelang

1218
Pesona Indonesia
Sardison
Sardison

batampos.co.id – Unit Layanan Pengadaan dan Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Kepri siap-siap melelang 2.000 paket kegiatan yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepri Tahun Anggaran (TA) 2016. Sampai akhir Maret lalu, tinggal lima Satuan Perangkat Kerj Daerah (SKPD) di lingkungan Kepri belum menayangkan rencana kegiatan dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup).

“Kita tidak akan melakukan proses lelang, apabila SKPD tidak menayangkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) dalam sistem Sirup. Ini yang harus dipahami masing-masing SKPD,” ujar Penanggungjawab ULP dan LPSE Provinsi Kepri, Sardison, Senin (4/4).

Lebih lanjut katanya, terhitung sampai 29 Maret lalu sudah 39 SKPD yang menayangkan kedalam sistem Sirup. Sedangkan kegiatan yang sudah selesai RUP di ULP adalah 195 kegiatan dengan nilai Rp 281 miliar. Dari jumlah tersebut katanya, 14 SKPD juga mengajukan lelang termasuk tiga instansi vertikal.

“Jumlah paket kegiatan yang dalam proses lelang ada 28, baik fisik maupun non fisik. Adapun jumlahnya adalah Rp 49 miliar lebih, dan ini sudah tayang di LPSE,” jelas Sardison

Pria yang juga duduk sebagai Kepala Biro Pembangunan Pemprov Kepri tersebut juga mengatakan, untuk mempercepat proses lelang, kegiatan yang terkena dampak penyesuaian anggaran, lantaran defisit anggaran diharapkan tidak menayangkan ke dalam sistem Sirup.

“Dalam proses penayangan RUP, apabila ada paket kegiatan yang tidak memenuhi ketententuan administrasinya, petugas ULP berhak untuk mengembalikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),” tegasnya.

Menurut Sardison, percepatan sistem lelang dan ketepatan waktu tujuannya adalah supaya cepat bermanfaat untuk masyarakat. Selain itu adalah untuk menggenjot penyerapan anggaran dimasing-masing SKPD yang ada di lingkungan Pemprov Kepri. Disebutkannya juga, Penunjukan Langsung (PL) dimasing-masing SKPD yang nilainya diatas Rp200 juta juga melalui ULP.

“Realisasi bulan Maret ini belum dirapatkan lagi. Progres terakhirnya akan diketahui pada 10 April mendatang. Kita terus mengingatkan SKPD untuk bergerak cepat, karena pelaksanaan pembangunan sudah terhambat karena molornya pengesahan APBD Kepri 2016 beberapa waktu lalu,” tutup Sardison.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar