Banjir dan Tanah Longsor Renggut 55 Nyawa, Ribuan Warga Terjebak

689
Pesona Indonesia
Warga mencari tempat yang tinggi untuk menghindari banjir yang melanda wilayah mereka. Foto: AFP
Warga mencari tempat yang tinggi untuk menghindari banjir yang melanda wilayah mereka. Foto: AFP

batampos.co.id – Banjir disertai tanah longsor melanda Provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Tim SAR Pakistan terus berjuang keras menyelamatkan ribuan warga yang terjebak di provinsi itu. Hingga Senin (4/4/2016), jumlah korban tewas tercatat sedikitnya 55 orang.

Di tengah hujan deras dan ancaman longsor, tim penyelamat gabungan yang dibantu polisi dan militer itu menyisir kawasan rawan longsor di sisi barat laut Pakistan dan sebagian wilayah Kashmir.

Latifur Rehman, jubir Badan Penanggulangan Bencana Alam Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, menyatakan bahwa jumlah korban tewas masih bisa bertambah. ”Kami sedang berkoordinasi dengan militer untuk melibatkan helikopter dalam misi penyelamatan,” ujarnya.

Sejauh ini, menurut Rehman, tim penyelamat masih belum bisa menjangkau wilayah yang dilanda kerusakan terparah. Sebab, penyelamatan lewat jalur darat tidak mudah. Medan yang harus dilewati terlalu berbahaya.

”Kami kesulitan menjangkau permukiman yang porak-poranda akibat longsor. Kami tidak bisa mengevakuasi korban yang mungkin masih tertimbun reruntuhan bangunan,” jelasnya.

Di Khyber Pakhtunkhwa, ada tiga distrik yang rusak parah akibat longsor pada akhir pekan lalu. Di sana ada belasan rumah yang hampir rata dengan tanah. Sebenarnya, pemerintah sudah mengirim empat truk bantuan pangan dan obat-obatan ke lokasi bencana. Sayangnya, empat truk itu tidak bisa menjangkau lokasi tujuan karena jalan menuju tiga distrik tersebut tertutup longsoran.

Tiap tahun musim hujan selalu memantik bencana alam di Pakistan. Yakni, banjir dan tanah longsor. Kendati demikian, sebagian warga tetap bertahan di rumah mereka di lokasi rawan longsor. Sebab, mereka rata-rata berprofesi sebagai petani dan mempunyai lahan di kawasan perbukitan. Kali ini, giliran kawasan barat laut dan utara Pakistan yang terus-menerus diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

”Sejauh ini, ada sedikitnya 150 rumah yang rusak akibat banjir dan tanah longsor. Karena itu, tenda dan selimut menjadi prioritas utama bantuan untuk para korban. Terutama yang kehilangan tempat tinggal,” kata Yousuf Zia, pejabat provinsi setempat. Korban terbanyak berada di Kohistan Valley dan Swat Valley serta sebagian kawasan Kashmir yang masuk wilayah Pakistan. (AFP/Reuters/jpg)

Respon Anda?

komentar