Curang dalam UN, Kepala Sekolah Kena Sanksi

919
Pesona Indonesia
Ujian Nasional
Ujian Nasional

batampos.co.id – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Natuna Sabki Halid mengatakan, ujian nasional tidak menentukan kelulusan siswa. Namun hanya untuk pemetaan prestasi sekolah.

“Menentukan lulus atau tidak siswa adalah sekolah masing-masing, ujian nasiona untuk pemetaan supaya sekolah itu lebih baik,” kata Sabki disela mengawasi ujian nasional SMA sederajat, Senin (4/4).

Dikatakan Sabki, ujian nasional tahun 2016 ini mendapat perhatian serius dinas pendidikan. Hal ini sebagai antisipasi kecurangan sekolah dalam ujian nasional.

Menurut Sabki, di hari pertama ujian nasional tingkat SMA sederajat berjalan tertib. Belum ditemukan indikasi kecurangan sekolah dengan membantu perbaiki jawaban ujian siswa.

“Tim monitoring dinas pendidikan sudah di tempatkan setiap sekolah, lebar jawaban ujian adalah kuncinya, usai ujian langsung diamankan di kantor dinas pendidikan,” ujar Sabki.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemkab Natuna Sudirman mengaku, khusus di wilayah Kecamatan Bunguran, lembar jawaban ujian siswa langsung diamankan di kantor dinas pendidikan. Kecuali di luar pulau Bunguran, lembar jawaban diamankan di polsek dan pos polisi.

“Hari pertama ini seluruh siswa ikut ujian nasional. Kami sudah menerjunkan tim monitoring dan evaluasi. Sekolah curang, kepala sekolahnya terima sanksi,” ujar Sudirman.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar