Filipina-AS Latihan Gabungan, Cina Meradang

986
Pesona Indonesia
Militer AS dan Filipina latihan perang bersama. Foto: Erik De Castro/reuters
Militer AS dan Filipina latihan perang bersama. Foto: Erik De Castro/reuters

batampos.co.id – Latihan militer bersama yang dihelat antara pemerintah Filipina dan Amerika Serikat (AS) yang melibatkan 5 ribu personel AS, 4 ribu personel Filipina, dan tambahan 80 personel dari Australia yang dimulai, Senin (4/4/2016) hingga 10 hari ke depan membuat Cina meradang.

Beijing menuding Manila telah melibatkan pihak luar dalam perselisihan regional mereka melalui latihan militer bertajuk Balikatan (bahu-membahu, Red) itu. Cinadan Filipina bersengketa memperebutkan wilayah di Laut Cina Selatan. Brunei, Malaysia, Taiwan, serta Vietnam juga ikut mengklaim sebagian wilayah yang disengketakan tersebut.

’’Latihan ini merupakan puncak dari upaya terakhir Manila untuk melibatkan pihak luar dalam konflik regional,’’ ujar Cina sebagaimana dilansir kantor berita Xinhua. Terlebih, AS kerap berpatroli di wilayah Luat Cina Selatan.

Sebelumnya, Filipina juga membuat berang Cina gara-gara Jepang. Pemerintah Negeri Sakura tersebut mengirimkan dua kapal tempur penghancur JS Ariake dan JS Setogiri serta satu kapal selam ke Filipina. Ketiganya merapat di Pelabuhan Subic Minggu (3/4/2016). Cina memperingatkan bahwa provokasi terus-menerus yang dilakukan Filipina itu bisa menjadi bumerang suatu hari nanti.

Secara terpisah, Komandan Korps Angkatan Laut AS di Pasifik Letjen John Toolan menjelaskan, latihan itu bertujuan membantu Manila dalam meningkatkan keamanan maritimnya. Juga, menjaga stabilitas regional di wilayah tersebut.

Menteri Pertahanan AS Ash Carter rencananya berkunjung ke Manila minggu depan untuk melakukan evaluasi.

’’Aliansi kami kuat. AS berkomitmen atas hubungan ini dan itu bukan omong kosong. Perdamaian di Asia Tenggara bergantung dengan kooperasi kami,’’ ujar Toolan. (AFP/Reuters/jpg)

Respon Anda?

komentar