Ini Kemungkinan Penyebab Batik Air Tabrakan dengan Trans Nusa

478
Pesona Indonesia
Pesawat Batik Air yang rusak akibat tabrakan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Senin (4/4). Foto: Twitter/Aviatren Foto:
Pesawat Batik Air yang rusak akibat tabrakan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Senin (4/4).
Foto: Twitter/Aviatren
Foto:

batampos.co.id – Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers (INACA) Tengku Burhanudin menduga ada dua sebab dalam tabrakan antara pesawat milik Batik Air dengan Trans Nusa di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (4/4). Menurutnya, dua sebab itu ada pada faktor Bandara Halim PK.

Burhanuddin mengatakan, penyebab pertama kecelakaan itu karena Bandara Halim PK tidak memiliki taxiway atau jalan penghubung antara landasan pacu dengan apron, hanggar, terminal atau fasilitas lainnya. Dia menjelaskan,  landasan pacu bercampur dengan taxiway sehingga rentan terjadi kecelakaan.

“Inilah kelemahan dari Halim kalau untuk reguler flight. Karena di sini (Halim Perdanakusuma) tidak punya taxi way,” katanya di Bandara Halim PK, Selasa (5/4).

Sedangkan faktor penyebab kedua adalah sumber daya manusia (SDM) di Bandara Halim PK memang tidak mumpuni untuk bandara komersial. Menurut Burhanuddin, ada kesalahan dalam berkomunikasi antara pengatur lalu lintas pesawat dengan pilot Batik Air.

“Ada hubungan juga dengan air traffic control, ada hubungan juga dengan pilot Batik Air. Jadi ya kita belum tahu yang pasti kenapa-kenapanya. Informasi yang didapatkan yang berhubungan dengan komunikasi. Komunikasi yang boleh dikatakan melalui walkie talkie dan air traffic control. Ini mungkin di situ ada salah (komunikasi) satu sama lain,” jelasnya.

INACA pun meminta agar semua pihak bersabar menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Sebaiknya kita tunggu sajalah hasil KNKT,” katanya seraya berharap insiden itu menjadi bahan evaluasi atas pengelolaan Bandara Halim PK.(mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar