Kios Liar Batuaji Tak Tersentuh Penertiban

636
Pesona Indonesia
Kios liar depan Perumahan Eden Park, Batam Kota. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Kios liar depan Perumahan Eden Park, Batam Kota. Kios liar lainnya juga banyak yang tak tersentuh penertiban di wilayah Batuaji. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Upaya penertiban kios liar di lokasi buffer zone oleh Tim Terpadu Kota Batam di beberapa titik di wilayah Batam, Senin (4/4/2016), tak membuat pemilik kios dan bangunan liar di wilayah Batuaji takut.

Pantauan di lapangan, bangunan dan kios liar yang berada di pinggir jalan utama tetap berdiri dan beroperasi sebagai tempat berniaga ataupun usaha. Bahkan sebagian bangunan liar yang sedang dibangun tetap dibangun oleh oknum warga yang mengklaim berhak atas lahan penghijauan itu.

Seperti yang terpantau di pinggir jalan raya Marina, Jalan Brigjen Katamso, R Suprapto Batuaji. Para pemilik kios dan bangunan liar sepertinya cuek atas peringatan dari pemerintah atas wacana penertiban lapak bangunan liar di pinggir jalan itu.
Mereka kersikeras untuk tetap berjualan ataupun memanfaatkan lokasi buffer zone untuk urusan bisnis mereka.

Kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), para pemilik kios atau bangunan liar itu mengaku tahu dengan wacana tim terpadu untuk menertib semua bangunan dan kios liar di pinggir jalan, namun mereka tidak terlalu khawatir sebab biasanya penertiban itu tidak sampai ke tempat mereka.

“Paling di daerah kota sana. Di sini jarang ditertibkan,” kata Mandra, pemilik kios liar di buffer zone Jalan Brigjen Katamso, Batuaji.

Bahkan sebagian pemilik kios dan bangunan liar juga tak yakin jika petugas akan menertibkan kios dan bangunan liar mereka itu. Sebab beberapa oknum petugas yang berwenang sudah tahu dan berusaha melindungi mereka yang memiliki kios dan bangunan liar di pinggir jalan itu.

“Kami punya hubungan baik dengan petugas di lapangan dan biasanya kalau mau tertibkan pasti dikasih tahu,” kata Rian pemilik kios liar di Simpangbasecamp.

Kondisi itulah yang membuat para pemilik kios atau bangunan liar lainnya tetap nekat memanfaatkan buffer zone yang seharusnya diperuntukkan untuk lahan penghijauan itu.

Wilayah Batuaji dan Sagulung saat ini memang sudah sarat dengan bangunan liar. Buffer zone di pinggir jalan utama nyaris tak ada yang kosong lagi.

Bangunan liar serupa bahkan sudah merambat ke jalan masuk perumahan dan semakin hari semakin bertambah.

Warga semakin nekat mendirikan bangunan dan kios liar karena tidak ada tindakan tegas dari pemerintah. Pemerintah hanya melarang dan tidak pernah menindak sehingga sebagian oknum warga sesuka hati memanfaatkan lahan penghijauan untuk kepentingan pribadi mereka. (eja/bp)

Respon Anda?

komentar