Kok Dulu Fahri Kritis ke SBY Tak Disanksi?

486
Pesona Indonesia
Foto/ilustrasi: dokumen JPNN.Com
Foto/ilustrasi: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id – Keputusan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memecat Fahri Hamzah terus jadi sorotan para pengamat politik. Syarif Hidayat, pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bahkan menyebut PKS melakukan anomali karena memecat Fahri.

Syarif mengatakan, PKS bertindak tidak adil dalam menjatuhkan sanksi pemecatan kepada Fahri Hamzah. Sebab, hukuman untuk Fahri hanya didasarkan pada eksploitasi atas berbagai pernyataannya yang kontroversial.

“Ada beberapa pernyataan Fahri yang kontroversial dan tidak didukung masyarakat seperti pembubaran KPK dan dukungannya pada Setya Novanto. Namun banyak juga sikap dan pernyataannya yang dipuji publik seperti dalam kasus Bank Century dan mafia BBM, serta pajak yang memberi manfaat politik bagi PKS,” kata Syarif ketika dihubungi, Selasa (5/4).

Lebih lanjut Syarif mengatakan, PKS adalah partai yang anomali. Pasalnya ketika PKS mendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sikap dan pernyataan kritis Fahri justru tak berbuah sanksi.

PKS bahkan bisa selalu menyodorkan alasan dan justifikasi atas langkah Fahri yang kerap mengkritik SBY. “Di era SBY dikatakan sikap Fahri seperti itu adalah karena haknya sebagai anggota dan tidak bisa dilarang. Dulu ada alasan pembenaran buat Fahri,” lanjutnya.

Anehnya sikap politik PKS itu justru berbalik ketika kini menjadi oposisi. Sikap kritis Fahri justru berbuah sanksi.  ”Anomali, ketika PKS tegas mengatakan sebagai oposisi, sikap Fahri yang kritis justru membuahkan saksi pemecatan,” ujarnya.(fas/jpnn)

Respon Anda?

komentar