Lingga Dapat Dana Desa Rp 1,2 Miliar, Dukung Pengembangan Potensi Desa

600
Pesona Indonesia
ilustrasi dana desa Foto: istimewa
ilustrasi dana desa Foto: istimewa

batampos.co.id – Besarnya anggaran dana desa (ADD) di tahun kedua harus dikelola lebih bijak. Dengan dana desa itu, potensi desa perlu diakomodir agar perekonomian masyarakat dapat terangkat lebih baik dan sejahtera.

Ahmad Nasiruddin, anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Pembangunan DPRD Lingga beberapa waktu lalu berharap agar desa lebih baik dan tepat sasaran memanfaatkan ADD. Menurutnya, dengan alokasi dana yang lebih besar pada tahun kedua ini, harus mampu memperbaiki tingkat perekonomian masyarakat di masing-masing desa.

“Para Kades harus lebih bijak dan tepat sasaran dalam menggunakan dana desa tahun kedua ini. Dengan alokasi yang lebih besar, seharusnya bisa menyentuh perekonomian masyarakatnya,” ungkap Udin, panggilan akrabnya.

Seperti pembangunan infrastruktur pedesaan. Adanya akses yang memadai, kata Udin akan meretas simpul penghambat ekonomi. “Misalnya pembangunan semenisasi antar kampung. Nanti akses barang dan orang bisa lebih mudah,” sambungnya.

Selain itu, pemerintah desa juga harus mengembangkan potensi desa yang ada. Sistem swakelola, BUMDes, memungkinkan desa menyerap ADD dan tidak keluar ke tempat lain. Seperti pemanfaatan bahan-bahan lokal. “Kecuali material seperti besi, semen dan sebagainya yang tidak di produksi di desa itu, terpaksa beli keluar. Tapi untuk pasir, batu, kayu, dan semacamnya, harus diutamakan dari desa itu sendiri. Agar uangnya juga berputar di dalam,”tuturnya.

Selain itu, potensi yang sesuai dengan karakteristik, pekerjaan masyarakat dan hasil alamnya perlu dimaksimalkan. Pemerintah desa, perlu mengakomodir dan lebih bijak memanfaatkan dana yang besar tersebut.

“Kita mengapresiasi rencana Bupati Lingga yang akan mengajak para Kades studi tur, belajar dari keberhasilan dasa di daerah lain,” jelas Udin.

Dia berharap, tahun anggaran kali ini, semua desa dapat menyerap habis alokasi dana desa yang diberikan pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Beberapa waktu lalu, Alias Wello, Bupati Lingga mengatakan pemerintah desa perlu mendapatkan pengalaman langsung. Melihat bagaimana pengelolaan daerah dan desa-desa yang sukses. Pengalaman tersebut, akan memberikan motivasi dan membuka pikiran para pejabat desa membuka peluang-peluang menguntungkan bagi desa.

“Nanti kata akan ajak kades-kades study tour. Kalau potensinya perikanan, bahari kita akan ajak ke wilayah yang sukses. Banyak potensi yang perlu digarap wilayah pesisir. Salah satunya pabrik garam. Sedangkan daerah pertanian, olahan kayu juga akan kita ajak ke Jawa. Melihat dan mudah-mudahan membuka pikiran para kades untuk membangun desanya masing-masing,” tutur Awe dengan optimis. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar