Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama di Indonesia Dibangun di Batam

51062
Pesona Indonesia
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Rusia di Turki. PLTN serupa akan dibangun Rusia di Batam dalam waktu dekat. Foto: sigmalive.com
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Rusia di Turki. PLTN serupa akan dibangun Rusia di Batam dalam waktu dekat. Foto: sigmalive.com

batampos.co.id -Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) bakal dibangun di Batam. Jika jadi, PLTN itu bakal menjadi yang pertama di Indonesia.

Kantor berita Antara melaporkan, rencana pembangunan PLTN itu sudah memasuki tahap studi tempat ke sejumlah pulau strategis di sekitar Batam.

“Kami sudah melakukan studi tapak, guna mengetahui lokasi yang tepat untuk pembangunan pembangkit tersebut,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam Purnomo Andiantono di Batam, seperti dikutip dari kantor berita Antara, Senin (4/4/2016).

Andi menyebut studi tersebut dilakukan pada sejumlah pulau di Kota Batam bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Proses pembangunan PLTN itu bakal memakan waktu 10 tahun. Namun Andi belum mau menyebutkan pulau mana yang dijadikan tempat membangun PLTN.

Tidak hanya melakukan studi awal, BP Batam bahkan sudah menyelesaikan prafeasibility study. Sehingga begitu studi awal selesai, kedua badan tersebut akan melakukan sosialisasi ke masyarakat. “Jadi prosesnya masih lama,” kata dia.

Perusahaan milik Pemerintah Rusia, Rosatom, memang sudah beberapa kali mengunjungi BP Batam menawari kerjasama pembangunan PLTN yang dinilai lebih hemat beberapa kali, dibanding menggunakan gas dan BBM.

Baca Juga: Rusia Tertarik Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Batam

Pembangkit nuklir dinilai cocok untuk industri dengan kemampuan pembangkit hingga 4.800 megawatt (MW).

Director of Business Development Rasatom Anna Kudryavtseva mengungkapkan proyek mereka sudah sukses dilakukan Turki dengan menghasilkan energi 2400 MW.

Mereka membutuhkan lahan sekitar 40 hektare jika pemerintah dan masyarakat setuju Rosatom membangun PLTN di Batam. (antara/cnnindonesia/nur)

Respon Anda?

komentar