Ada Gangguan Suplai Air pada Rabu Malam demi Interkoneksi Tahap II

1808
Pesona Indonesia
Tim ATB saat mengerjakan interkoneksi Sistem Transmisi Duriangkang akhir Februari 2016 lalu.
Tim ATB saat mengerjakan interkoneksi Sistem Transmisi Duriangkang akhir Februari 2016 lalu.

batampos.co.id – PT. Adhya Tirta Batam (ATB) akan melakukan pekerjaan interkoneksi Sistem Transmisi Duriangkang tahap II, pertengahan minggu ini. Pekerjaan tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian pekerjaan interkoneksi yang sebelumnya sudah dilakukan pada akhir Februari 2016 lalu.

Perusahaan air minum terbaik di Indonesia tersebut terus melakukan penguatan jaringan untuk meningkatkan kontinyuitas suplai air kepada pelanggan, terutama yang mendapatkan suplai air dari IPA Duriangkang.

Kontur Batam yang berbukit-bukit menjadi tantangan tersendiri bagi ATB. Kondisi tersebut membuat suplai air tidak merata. Semakin jauh dan tinggi lokasi pelanggan dari IPA, kehandalan suplai kepada pelanggan akan semakin berkurang.

“Oleh karena itu kami melakukan interkoneksi Sistem Transmisi Duriangkang. Ada tiga tahapan pekerjaan yang akan kami lakukan. Tahap pertama sudah dilakukan akhir Februari 2016 lalu, tahap kedua rencananya akan dilakukan Rabu (6/4) ini mulai jam 21:00 hingga 03:30 WIB,” ungkap Corporate Communication Manager ATB Enriqo Moreno, Jumat (1/4).

Ia menegaskan, berbeda dengan interkoneksi sebelumnya, interkoneksi tahap II ini hanya berdampak kepada pelanggan yang tinggal di Mukakuning, Batu Aji, Sagulung dan Tanjung Uncang. Hal tersebut dikarenakan, pekerjaan interkoneksi hanya dilakukan di sekitar Rumah Susun Mukakuning.

“Dampaknya pekerjaan interkoneksi tahap II ini memang lebih kecil. Selain itu, normalisasi relatif lebih cepat. Hal tersebut dikarenakan, kontur wilayah di Mukakuning, Batu Aji, Sagulung dan Tanjung Uncang relatif lebih rata, tidak berbukit-bukit seperti wilayah Bengkong dan Tanjung Sengkuang,” jelasnya.

Meski demikian, Enriqo menegaskan, proses normalisasi dari pekerjaan tersebut tetap akan berbeda pada setiap wilayah. Semakin dekat dan rendah lokasi pelanggan dari IPA, semakin cepat normalisasi suplai air. Oleh karena itu, agar tetap nyaman beraktivitas, pelanggan diharapkan tetap menampung air seperlunya sebelum suplai air terganggu.

“Jumlah air yang ditampung, diharapkan disesuaikan dengan kebutuhan, jangan berlebihan. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang akan dialami pelanggan. Pekerjaan ini harus kami lakukan untuk meningkatkan kontinyuitas suplai air kepada pelanggan. Bagi pelanggan yang kesulitan air karena dampak dari pekerjaan tersebut, dapat menelepon ke Call Centre ATB melalui nomor 0778-467111 untuk informasi bantuan suplai air gratis.,” tutupnya. (*)

Respon Anda?

komentar