Remaja 18 Tahun Tikam Pria yang Sedang Ngopi di Cafe Pondok Happy

706
Pesona Indonesia
Anggota Polisi sedang menggiring pelaku penikaman ke Sel Tahanan Mapolsek Bintan Timur, Senin (4/4). foto:harry/batampos
Anggota Polisi sedang menggiring pelaku penikaman ke Sel Tahanan Mapolsek Bintan Timur, Senin (4/4). foto:harry/batampos

batampos.co.id – Ahmad Usman, 44, Warga Perumnas Batu 23, ditikam perutnya dan kedua pahanya dengan sebilah pisau oleh Iwan Baniru alias Iwan, 18, saat sedang menyeruput segelas kopi di Cafe Pondok Happy, Kampung Sungai Datok, Kijang Kota, Sabtu (2/4) sekitar pukul 22.00 WIB.

“Mereka berdua sempat terlibat cekcok mulut. Namun karena emosi, pelaku langsung menikam korban hingga tumbang. Seketika itu juga pelaku kabur sedangkan korban dilarikan ke rumah sakit,” ujar salah satu pengunjung cafe, Budi saat dikonfirmasi, Senin (4/4).

Kapolsek Bintan Timur, Kompol Dandung Putut Wibowo membenarkan adanya insiden penusukan di Cafe Pondok Happy. Korbannya saat ini sedang dirawat di RSUD Bintan, sedangkan pelakunya sempat kabur selama dua hari namun sudah berhasil ditangkap.

“Ketika anggota ke TKP, pelaku sudah melarikan diri, namun korban masih ada sehingga kita larikan ke RSUD Bintan,” akunya.

Usai melarikan korban ke RSUD Bintan, lanjutnya ia dan anggotanya langsung mencari keberadaan pelaku. Berselang dua hari melakukan pencarian, akhirnya pihaknya mendapatkan kabar kalau pelaku sedang berada di Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir. Saat itu juga, Senin (4/4) sekitar pukul 10.30 WIB ia dan anggotanya menyebrang dengan menumpangi sebuah kapal menuju lokasi persembunyian pelaku. Setibanya di Kecamatan Bintan Pesisir, sekitar pukul 11.00 WIB, pelaku didapati sedang berada dekat dermaga kapal nelayan, sehingga langsung dibekuk.

Setelah dibekuk, sambungnya pelaku digiring ke sel tahanan di Mapolsek Bintan Timur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Atas perbuatannya ini, pelaku dijerat dengab Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan ancamannya kurungan lima tahun penjara.

“Kasus penusukan ini masih terus diselidiki kepolisian guna mencari tahu motifnya yang membuat pelaku tega menikam korban,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar