Rupanya si King Kobra Mematok Irma Bule karena Diinjak

1450
Pesona Indonesia
Atraksi panggung Irma Bule dengan sejumlah hewan melata alias ular. Foto: istimewa
Atraksi panggung Irma Bule dengan sejumlah hewan melata alias ular. Foto: istimewa

batampos.co.id – Penyanyi seksi nan berani Irma Bule selama ini dikenal sebagai penyanyi yang mampu beraksi di atas panggung bersama ular kobra maupun ular sanca yang ia sewa dari pawang ular.

Akibat aksi beraninya itulah, nama Irma Bule begitu terkenal di Jawa Barat. Namun naas, bintang yang menjadi temannya selama ini mencari uang dari hasil manggung mematok pahanya saat manggung bersama grup organ tunggal X-DJ di Dusun Selang Hajat, Desa Ciwaringin, Kecamatan Lemahabang, Karawang, Minggu (3/4) malam. Irma pun tewas.

Lalu yang menyebabkan si King Kobra marah lalu mematok Irma? Salah seorang saksi Ferlando mengatakan, awalnya aksi Irma memang berjalan normal seperti biasa. Namun peristiwa nahas terjadi saat ia membawakan lagu kedua. Di pertengahan lagu, tak sengaja Irma menginjak ular kobra yang dibawanya.

“Seketika itu ular langsung matok dia,” beber sahabat Irma itu, Senin (4/4/2016).

Tapi saat digigit Irma tampak tidak merasa sakit atau ketakutan. Dia malah terus beraksi hingga lagu habis.

Turun dari panggung, pawang pemilik ular yang disewa Irma menanyakan keadaannya. Sang pawang juga menawarkan bantuan. Tapi karena belum merasakan pusing Irma tidak minta diobati.

Hingga satu jam setelah kejadian dipatok ular, Irma merasakan mual-mual dan tiba-tiba sekarat. Penyanyi dangdut itu pun tumbang. Dia sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak tertolong.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Doni Satriya Wicaksono membenarkan meninggalnya pedangdut Irma Bule karena dipatok King Kobra saat manggung.

“Dari keterangan saksi-saksi, korban penyanyi dangduti,” ujar Doni, Senin (4/4/2016).

Wanita bernama lengkap Irmawaty itu setiap manggung mendapat bayaran Rp 500 ribu. Dia juga meraup untung dari saweran para penonton.

“Kalau ada penari ular, penontonnya banyak, makanya setiap hajatan gunakan penari ular, dan korban selalu dipanggil untuk ke panggung,” kata seorang sahabat Irma, Yeyen, Senin (4/4/2-016). (aef/din/ps/dil/jpnn)

Respon Anda?

komentar