Senangnya Khairani Bisa Ikut Ujian Nasional

618
Pesona Indonesia
Siti Aisyah bersama cucunya Khairani di kontrakannya Sagulung Lama blok d nomor 19, Sagulung, Jumat (1/4/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Siti Aisyah bersama cucunya Khairani di kontrakannya Sagulung Lama blok d nomor 19, Sagulung, Jumat (1/4/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Khairani siswi kelas tiga SMK Muhammadiyah Batam yang sempat mengadu ke DPRD Batam beberapa waktu lalu, akhirnya ikut ujian nasional (UN) dengan tenang di sekolahnya, sejak Senin (4/4/2016).

UN hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswi jurusan teknik komputer (IT) itu tampak semangat berbaur dengan kawan-kawannya yang lain.

“Dia tampak semangat tadi dan ujiannya berjalan lancar,” kata wakil kesiswaan SMK Muhammadiyah Batam, Agus.

Khairani memang diikut sertakan dalam UN,  sebab kata Agus, sekolah sama sekali tak melarang satupun siswa kelas tiga untuk tidak ikut UN. “Semua ikut hari ini. Jadi tidak benar kalau yang tak bayar SPP tak bisa ujian,” kata Agus.

Rani diakui Agus, memang agak sedikit tertekan dengan keheboan pengaduannya ke DPRD Batam itu. Namun sebelum UN berlangsung tepatnya pada Sabtu (2/4/2016) pihak sekolah sudah meminta Rani untuk tenang dan fokus pada UN yang akan dihadapinya.

“Sempat terganggu dia karena heboh jadinya, tapi bagaimanapun kami tetap mendekati dia agar dia tetap fokus,” kata Agus.

Rani diakui cukup tenang dan fokus dengan soal-soal yang dihadapinya. “Alhamdulilah semuanya berjalan lancar. Dia datang tepat waktu dan selesai (mengerjakan soal UN) tepat waktu juga,” kata Agus.

Pelaksanaan UN di SMK Muhammadiyah secara umum dijelaskan Agus, berjalan lancar sebagai mana mestinya. Ada 100 siswa yang ikut UN tersebut dan soal UN yang disediakan lengkap. “Tak ada kendala, semuanya lancar dan semoga sampai selesai tetap lancar,” ujar Agus.

Ke 100 siswa yang ikut UN tersebut terbagi dalam tujuh lokal dan diawasi masing-masing dua pengawas. (eja/bp)

Baca Juga:
> Kisah Khairani, Yatim Piatu yang Terancam Tak Bisa Ikut UN: Dibiayai Nenek Berusia 80 Tahun dari Jasa Pijat
> Banyak Siswa Miskin Tak Sanggup Bayar SPP di SMK Muhammadiyah Batam
> Menteri Anies Cari Siswa Batam yang Terancam Tak Ikut UN karena Tak Mampu Bayar SPP
> Nunggak SPP, Siswi SMK Muhammadiyah Batam Ngaku Dilarang Ikut UN

Respon Anda?

komentar