Wagub Berharap Kepri Jadi yang Terbaik

626
Pesona Indonesia
Wakil Gubernur Kepri, Nurdin Basirun memantau UN di SKM 3 Tanjungpinang. foto: humas pemprov
Wakil Gubernur Kepri, Nurdin Basirun memantau UN di SKM 3 Tanjungpinang. foto: humas pemprov

batampos.co.id – Wakil Gubernur Kepri, Nurdin Basirun membuka naskah ujian nasional (UN) di SMK Negeri 3 Tanjungpinang, Senin (4/4). Ia berharap hasil Ujian Nasional (UN) sederajat di Provinsi Kepri menjadi yang terbaik di Indonesia.

“Kita berharap dan berdoa anak-anak kita di Kepri ini memproleh nilai terbaik UN tahun ini. Mudah-mudahan Kepri menjadi yang terbaik hasilnya,” ujar Nurdin disela-sela memberikan motivasi dan membuka sampul UN.

Lebih lanjut katanya, ia melihat anak-anak di Provinsi Kepri juga sudah mempersiapkan diri dengan baik jauh hari sebelumnya. Masih kata Nurdin, yang terpenting baca doa sebelum mengerjakan soal serta tenang, jangan buru-buru. Disinggung mengenai adanya pelajar yang tidak bisa ikut UN, karena sakit akibat terlibat laka lantas. Terkait hal itu, Nurdin menegaskan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Yatim Mustafa mencarikan solusi terbaik.

“Kalau memang tidak bisa mengikuti pada waktu yang diberikan, saya minta Disdik Kepri mencarikan solusi. Apapun caranya, Disdik harus mencari solusi,” tegas Nurdin.

Pada kesempatan itu, Nurdin juga mendoakan pelajar yang tidak bisa ikut UN semoga lekas sembuh. Sehingga bisa mengikuti ujian susulan pada Senin mendatang. Disinggung mengenai adanya isu bocoran soal di Tanjungpinang, Nurdin mengatakan jangan mudah terpercaya.

“Zaman semakin canggih dan maju, jangan sampai terpengaruh dengan hal-hal demikian. Karena yang rugi nanti adalah diri kita sendiri,” tegasnya lagi.

Selain di SMKN 3 Kampung Bulang, Tanjungpinang, Wakil Gubernur juga berkesempatan meninjau pelaksanaan UN di SMA Luar Biasa Senggarang dan SMU Negeri 2 Basuki Rahmat. UN tahun ini dilaksanakan dengan dua sistem, yakni sistem manual dan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Untuk UNBK sendiri baru tahun ke-2 di Kepri dilaksanakan dan baru 9 SMU dan 18 SMK. Selebihnya masih ujian dengan sistem manual.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar