WN Malaysia Terancam Hukuman Mati di Batam

565
Pesona Indonesia
sabu-sabu
sabu-sabu

batampos.co.id  – Muhammad Zulkarnain, warga negara Malaysia terancam hukuman mati karena didakwa sebagai kurir penyelundupan dua kilo gram sabu ke Batam.

Namun di kepada majelis hakim, pria keturunan India ini membantah semua dakwaan dan hasil penyidikan polisi.

Senin (4/4/2016), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Martua menghadirkan Zulkarnain sebagai saksi terdakwa Ahmad alias Udin yang juga tersangkut kasus narkoba di Persidangan Pengadilan Negeri (PN) Batam. Dalam keteranganya, Zulkarnain mengaku tidak mengenal Udin. Hingga akhirnya ia ditangkap karena diduga menyelundupkan dua kilo sabu dari Malaysia ke Batam melalui pelabuhan Tikus Tanjunguma.

“Saya tak tahu tentang sabu itu. Saya ke Batam hanya untuk melancong,” dalih Zulkarnain kepada majelis hakim yang dipimpin Syahrial Haharap.

Dia mengaku datang ke Batam tidak melalui pelabuhan resmi alias jalur tikus. Meski begitu, ia mempunyai dokumen yang lengkap, bahkan permid. Mengenai dua kilo sabu yang diamankan polisi, ia tak tahu menahu.

“Saya tak tahu. Saya memang dijanjikan uang oleh Lukas 500 ringgit untuk melancong di Batam. Bukan untuk membawa sabu. Saya tak tahu mengenai sabu. Dan saya ditangkap di hotel,” ujarnya lagi.

Hakim Syahrial sempat mengingatkan Zulkarnain agar berkata jujur. Sebab, keterangan terdakwa atau kesaksian hanya sebagai pertimbangan kejujuran oleh majelis hakim.

Sebab, semua keterangan awal sudah ada di dalam BAP polisi, bahkan dakwaan jaksa. Dimana, Zulkarnain diduga membawa sabu dari Malaysia atas suruhan Lukas. Ia pun diberi komisi 5000 ringgit.

“Kami tak perlu keterangan berbelit-belit terdakwa. Kami hanya butuh kejujuran karena dipersidangan ini kami menilai kejujuran seseorang. Apalagi, ancaman hukuman terdakwa tak main-main, yakni hukuman mati,” tegas Syahrial.

Mendengar perkataan hakim Zulkarnain tampak terdiam. Sementara itu, Udin mengaku tak mengenal Zulkarnain. Ia juga membantah tahu tentang penyelundupan sabu dari Malaysia ke Batam. Menurutnya, ia hanya sebagai tekong pancung. Ia pun diupah 500 ringgit ke Malaysia untuk menjemput TKI ilegal. Namun sesampainya di Malaysia, tak ada TKI yang diangkut. Saat kapal hendak balik, seorang pria yang diketahui bernama Lukas menitipkan tas kepada Hafizan (DPO).

“Saya tak kenal Zulkarnain. Saya juga tak tahu tentang tas itu,” bantah Udin di depan majelis hakim.

Usai mendengar tanggapan Udin, sidang pun ditunda hingga minggu depan. JPU Martua mengatakan kedua terdakwa dijerat dengan pasal 112 atau 113 atau 114 tentang narkotika. “Ancamannya hukuman mati,” tegas Martua. (she/bpos)

Baca Juga:
> Kurir Sabu 1,55 Kg Asal Malaysia, Chiew Han Lun hanya Divonis Penjara 20 tahun, Jaksa Banding
> Bawa Sabu 1,55 Kg, WN Malaysia Terancam Hukuman Mati
> Bawa Sabu, WN Malaysia Divonis Mati

Respon Anda?

komentar